'Super Duper Camp' Virtual Camp ala Kelas IV SDIT Alam NURIS

Camping adalah sesuatu yang selalu dinanti-nantikan oleh keluarga besar SDIT Alam Nurul Islam. Tidak hanya oleh siswanya, namun juga orang tua bahkan kakak dan adik dari siswa tersebut. Betapa tidak, camping selalu menyisakan beragam cerita seru, mengharukan, lucu, dan yang pasti penuh pembelajaran. Sayangnya di masa pandemi ini kegiatan camping tidak dapat diselenggarakan seperti biasanya. Namun demikian, bukan ustad dan ustadzah Nuris namanya kalau tidak punya ide-ide brilian untuk menciptakan kegiatan-kegiatan keren yang memberikan pembelajaran kepada siswa terkait tema yang sedang dipelajari sekaligus mengobati kerinduan pada aktivitas-aktivitas siswa yang sering dilakukan ketika sebelum pandemi. 

Menutup tema pembelajaran tentang To Be Survivor, kelas IV SDIT Alam Nuris menyelenggarakan tutup tema dengan kegiatan Super Duper Camp. Kemah virtual yang diselenggarakan di rumah dengan setiap siswa terkoneksi dengan zoom sepanjang kemah berlangsung. Kegiatan kemah ini disusun layaknya kemah senyatanya kemah pada umumnya. Ada kegiatan opening, memasak bersama yang diikuti oleh sisawa-siswa via zoom dengan jenis masakan bebas sesuai keinginan, ibadah, dan ada pula kegiatan jurid malam dan api unggun. Pada kegiatan jurid malam dan api unggun ini anak-anak diajak berkeliling sekolah secara virtual dan menyusuri lingkungan-lingkungan di sekitar sekolah, termasuk makam yang berada persis di samping sekolah. Kegiatan jurid malam dan api unggun ini mencoba membekali anak-anak dengan ketrampilan kesiapsiagaan di malam hari. Apa yang pelu dilakukan dan disiapkan oleh siswa-siswa ketika beraktivitas di malam hari. 


Meskipun dilakukan secara virtual, siswa-siswa betul-betul terbawa suasana. Razan yang mengikuti jurid malam melalui zoom teriak-teriak, heboh sendiri. Gelap, nggak kelihatan apa-apa, sepi dan serem kata Razan. dalam hal iniustad dan ustadzah berhasil mengemas kegiatan kemah virtual ini dengan baik, sehingga siswa-siswa terbawa suasana seperti mengikuti kemah beneran. Sekitar jam 21 (sembilan malam), kegiatan jurid malam dan api unggun selesai. Siswa disilakan istirahat dan dilanjutkan qiyamul lail pada jam 03.00 dan sholat subuh secara mandiri. 

Zoom dibuka kembali pukul 05.00 pagi. Siswa-siswa diajak memaknai setiap proses yang dilalui selama mengikuti super duper camp ini. Menjadi bahagia, menjadi pemenang dalam setiap proses dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi adalah beberapa pemaknaan yang coba disampaikan ustad pada sesi pagi ini. Pukul 06.00 pagi kemah virtual resmi ditutup. Meskipun banyak diantara teman-teman razan yang masih pengen lanjut kemahnya. Begitupun Razan. Tenda masih dibiarkan berdiri dan tidak dibongkar di rumah. Kemahnya lanjut nanti malam lagi karena pagi ini Razan harus mengikuti pembinaan EBTAQ.

Terima kasih disampaikan kepada ustad dan ustadzah yang sudah menyiapkan kegiatan seru ini. Semoga ada kegiatan-kegiatan pembelajaran lainnya yang tidak kalah seru yang menstimulasi siswa untuk tetap semangat belajar dan melakukan aktivitas-aktivitas positif di masa pandemi ini. 



I am back

Alhamdulillahirobbil'alamin. Akhirnya ngeblog lagi setelah ratusan purnama off. Terakhir ngeblog kira-kira sekitar bulan Agustus 2016 dan sekarang sudah Agustus 2021. Lima tahun ga ngeblog sodara-sodara dan sekarang ngeblog lagi. Hurraay. Senang tak terkira. 

Beberapa waktu yang lalu udah nyoba masuk lagi ke blog. Pengen nulis lagi. Tapi lupa email dan paswordnya. Hari ini dipaksa sama anak lanang untuk nyoba nyari email yang dipakai. Dia pengen ibunya ngeblog lagi menceritakan hari-hari seru bersama adiknya. 

Oiya, Razan tertarik dengan blog setelah beberapa hari  yang lalu di sekolahnya ada tema menulis buku harian. Kemudian saya tunjukkan beberapa buku harian saya yang saya punya dan juga saya tunjukkan blog ini sebagai another buku harian saya. Razan seneng membaca blog saya yang banyak bercerita tentang masa kecilnya. Dia pengen saya juga bercerita tentang adiknya 'Farras' di blog ini. 

Setelah nyoba-nyoba nanya ke mbah gugel bagaimana caranya bisa kembali ke blog yang udah lama ga kita buka, akhirnya nemu juga. Dan hasilnya yah ini bisa nulis lagi. Semoga semakin rajin nulis ya. Nggak hanya cerita tentang daily activities. Tapi juga bisa bercerita tentang hal-hal yang lebih serius. Tentang riset, pemberdayaan masyarakat dan fenomena-fenomena lain yang menarik terkait kebijakan publik. 

Hore Ngeblog Lagi...

Wow..sudah lama juga ya saya tidak nengok blog saya. Tiga Tahun!! aje gile. Dari Razan masih bayi, sampai sekarang si bocah sudah TK kecil udah gak pernah ngeblog lagi. Bismillah, meniatkan kembali rajin nulis di blog untuk menyegarkan diri, refreshing dan mengabadikan cerita tumbuh kembang bocah kesayangan <3<3

Meninggalkan razan

Sudah hampir sebulan setelah berkegiatan di Papua. Untuk kedua kalinya harus meninggalkan Razan dan untuk pertama kalinya saya meninggalkan Razan dalam waktu yang agak lama. Pastinya sedih dan galau melanda saya saat itu. Awal mendapat informasi bahwa saya diminta turut serta rombongan, kebingungan berkecamuk dihari dan pikiran saya, antara keinginan berangkat dan tidak berangkat karena nggak tega ninggalin Razan. Sampai-sampai setiap orang saya mintai pendapat apakah sebaiknya berangkat atau tidak. Berkat dukungan suami dan orang tua, akhirnya saya jadi berangkat.

Kurang lebih 8 hari saya tinggalkan Razan di rumah bersama ayah, mbah uti dan mbah kakungnya. Selama 8 hari itu saya berusaha tenang dan menikmati setiap kegiatan saya agar Razan tidak rewel dirumah. Dan benar selama 8 hari itu saya sangat menikmati perjalanan dan kegiatan yang sangat mengagumkan dan mencengangkan.  Dan saya bersyukur sekali karena waktu itu saya memutuskan untuk berangkat, karena pembelajarannya sungguh sangat banyak dan berharga.

Berfoto di depan honai perempuan


Nah, hampir sebulan setelah perjalanan tersebut, sampai hari ini Razan masih parno aka takut kalau-kalau saya meninggalkannya pergi. Jika saya di dalam rumah memakai jilbab saja, bocah kecil itu sudah mbingungi untuk ikut dan minta saya gendong. Apalagi kalau sudah lihat saya pegag tas. Dijamin Razan akan teriak-teriak bilang 'ituk bundaaaa' #ikut bunda. Kalau sudah begitu saya harus menggendongnya dulu atau mengajaknya bermain dulu, baru saya bisa pergi. Tentu kepergian saya tanpa diketahui oleh razan yang sedang asyik bermain dan memilih yupi cicak.

Sebenarnya saya nggak mau pergi dengan cara 'nglimpekke' bocah. Tapi sampai saat ini saya belum menemukan cara jitu agar razan tidak nangis saat saya tinggalka untuk kerja. Mungkin karena juga masih anak-anak, sehingga razan belu paham kalau saya pergi untuk kerja nanti pulang lagi. Meskipun saya mencoba berulang kali menjelaskannya dengan bahasa Razan. Jika nanti waktunya tiba, mungkin razan nggak akan nangis lagi saat saya tinggal kerja. Tapi belum sekarang. Begitu kan Razan ? ***


We loves you, kiddos

Sabtu-Minggu barangkali adalah hari yang dinanti oleh Razan. Pada hari tersebut, Razan bisa bermain sepuasnya dengan bunda, bobok siang dikeloni bunda, maem, mandi bersama bunda dan jalan-jalan bersama bunda. I know it well, that you loves me much thole. Demikian juga dengan kami my lovely kidos, We loves you much more.

Sebagai Ibu bekerja, yang bekerja dari Senin-Jum'at, dari Jam 07.30-17.00, saya meninggalkan anak lanang di rumah bersama mbah kung dan mbah uti. Otomatis, pada waktu-waktu tersebut saya tidak dapat mendampinginya. Itu pilihan dan komitmen kami. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Dan kami terima konsekuensi itu. Sebagai kompensasinya, kami selalu meluangkan jalan-jalan di saat hari libur. Sembari memberikan kesempatan kepada Razan mengeksplorasi dunia di luar rumahnya, kami juga berupaya menghadirkan kehangatan keluarga, kesenangan dan kegembiraan yang tidak dapat kami berikan maksimal selama kami tinggalkan bekerja. Tidak harus mahal, kadang kami sekedar menyempatkan diri mengantarkannya ke lembah UGM untuk melihat rusa, berkunjung ke rumah keluarga lain, belanja atau seperti kemarin, saya ajak Razan ke pasar tradisional, Saya beri kesempatan untuknya memilih lauk untuk makan siangnya dan dipilihnya ikan kali untuk menemani makan siangnya.

Hampir dua tahun berjalan, alhamdulillah all is well. Secara psikologis dan emosional, Razan tumbuh dengan baik meski kami (bunda dan ayah) tidak  bersamanya selama 24 jam. Diusianya yang hampir 21 bulan, Razan sering sekali memberikan kejutan kecil pada kami. Kemampuannya berbicara, ekspresi-ekspresinya, cara Razan merespon sesuatu yang ada di sekitarnya, tak jarang membuat kami merasa sangat diberkahi memiliki bocah kecil itu. Seperti pagi ini ketika Razan agak susah dibangunkan. Ohya, Razan punya kebiasaan terbangun dini hari dan sebagai dampaknya agak susah kalau dibangunkan keesokan paginya.  Nah hari ini saat Razan susah dibangunkan, bunda bilang sama Razan "Razan mau bangun nggak?". "Emoh, ayan amak (Razan Ahmad) mau bobok", jawab Razan. #nah loo!!! "Kalau Razan nggak mau bangun, Bunda berangkat kerja sekarang ya", kata saya. "Razan ituk (ikut) Bunda", Jawab Razan lagi. "Kalau mau ikut, Razan bangun dulu, maem trus mandi". Langsung deh anak itu bangun, dan duduk manis menantikan suapan sarapan dari Bunda. Setelah Sarapan selesai, mandi dan minusm susu, Razan dengan setia menemani bunda dan ayak bersiap berangkat kerja. Beneran ini kayaknya, anak kecil ini berharap diajak pergi hari ini. Dan betul saja, saat saya mengangkat ransel saya keluar kamar, Razan udah teriak-teriak, "Bunda, ayan ituk eja, ayan ituk eja (Razan ikut kerja)". Oalah tole...tolee...atas jasa baik bapak saya, setiap pagi  saya bisa berangkat kerja. Dengan sigap, bapak selalu mengalihkan perhatian setiap dia merengek saat saya akan berangkat kerja.

Meskipun dia belum paham betul apa itu bekerja, kenapa saya meninggalkannnya setiap pagi dan ketemu lagi saat sore tiba, saya selalu berusaha menjelaskan dan memberi pengertian, misalnya dengan seperti ini: "Razan, kalau ayah dan bunda pergi pagi hari itu bunda dan yah mau kerja. Razan kan pinter, anak pinter itu nggak nangis kalau ditinggal ayah dan bunda bekerja. Nanti kan sore ketemu lagi, main bareng lagi dan bobok bareng lagi ya". Iya" gitu jawab Razan. Sepenuhnya Bunda mengerti bahwa Razan belum paham betul kalimat-kalimat Bunda di atas dan ketika Razan menangis saat Bunda tinggalkan untuk bekerja, Bunda paham betul itu karena Razan sayang Bunda dan nggak mau jauh dari Bunda. Begitukan le?

Belajar lagi

Barangkali hidup memang merupakan rangkaian panjang pembelajaran. Belajar bersyukur, belajar bersabar, belajar ikhlas, belajar merelakan, belajar memahami dan memaknai, belajar untuk mempercayai, belajar memberi dan berbagi, belajar memaafkan dan belajar banyak hal lagi.

Dan hari ini aku belajar satu hal baru dalam kehidupan, belajar kehilangan. Kehilangan sesuatu yang aku rasakan berharga setelah sesuatu itu tidak ada. Tak ada lagi tempat bertanya dan tak ada lagi tempat mengadu. Tak apa. Barangkali ini saatnya sudah tiba. Tidak mengandalkan orang lain dan belajar lebih mandiri.

Tentang Menjadi 'Bakul'

Sekolah lagi dan diberi kesempatan berziarah ke makam Nabi. Barangkali dua hal itu adalah dua mimpi besar saya yang sampai saat ini masih saya genggam erat dan terus diupayakan. Namun kawan, ada mimpi lain yang ingin saya wujudkan suatu saat jika Allah mengijinkan, memberikan rezeki dengan memiliki rumah dipinggir jalan, yang disana saya bisa membuka semacam warung, yang saya kelola sendiri sembari mengurus rumah dan keluarga #amin#. Di warung tersebut saya ingin berjualan alat tulis, buku, ataupun baju-baju muslim.

Mungkin bukan kebetulan jika saya punya mimpi jadi 'bakul' di warung yang saya miliki. Hampir 30 tahun saya tumbuh di tengah keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang. Bahkan sejak SMP saya sudah dilibatkan  secara langsung dengan aktivitas berdagang oleh orang tua saya.  Saya dilatih oleh orang tua saya untuk setidaknya mencari tambahan jajan. Dan saya ketagihan menjalaninya, sampai kuliah, saya masih terus menggeluti kegiatan perbakulan tersebut. Bersama kakak saya, saya berjualan apa saja yang laku di jual. Mulai dari bubur ayam, sandal, baju muslim, jilbab sampai baju batik anak-anak hasil karya ibu dan kakak saya. Alhamdulillah baju batik anak-anak ini masih terus berlanjut sampai sekarang dan berkembang ke jenis-jenis produk batik yang lain. Namun, sejak lulus kuliah saya tak lagi intens mengelolanya karena saya fokus pada pekerjaan baru saya. Dan sejak itu sampai saat ini kakak saya yang intense mengelolanya.

Meskipun begitu, saya masih memiliki ketertarikan yang kuat untuk kembali menekuni aktivitas perbakulan. Menurut saya ada kenikmatan tersendiri dari aktivitas tersebut. Dari kegiatan tersebut saya bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan banyak orang, baik itu supplier maupun konsumen. Berdiskusi dengan mereka, bercerita ngalor-ngidul dan tak jarang akhirnya kami memiliki hubungan semacam persaudaraan. Pokoknya menyenangkan. Meski juga ada yang tidak menyenangkan dari aktivitas itu. Pendapatan yang kami peroleh sebagai bakul tidak menentu. Tergantung pada kapasitas modal dan moment, seperti moment liburan sekolah, liburan hari raya, long weekend atau pas libur sabtu-minggu. Di luar moment-moment itu pendapatannya sangat unpredictable. Tapi jadi bakul itu sungguh menyenangkan ^^.

Mundak akale, Sudo Bobote

Kalau kata orang jawa, anak kecil kalau mau bertambah pintar atau pandai dalam sesuatu hal dipastikan akan melewati sebuah fase 'rewel'. Rewel ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun kebanyakan penyebabnya adalah sakit. Bisa batuk, pilek, diare dan yang lainnya. 

Saya termasuk yang mempercayai keyakinan ini. Hampir 2 tahun usia Razan, setiap kali akan bertambah kemampuannya dalam sesuatu hal, Razan akan melewati tahapan sakit. Seperi dulu saat akan bisa merangkak, Razan mengalami diare hebat. Memang betul setelah sakit kemudian kemampuan Razan bertambah. Tapi tahukan ibu-ibu bahwa saat menghadapi situasi anak sakit seperti itu, sulit untuk ibu baru seperti saya dapat mencerna dan mempercayai kepercayaan tersebut. Kepercayaan seperti itu baru muncul dan dapat dicerna dengan logika sehat setelah anak sembuh dari sakit. Karena seringkali kekhawatiran yang berlebihan yang justru muncul saat anak sakit. 

Kemudian untuk sekedar membuat suasana tidak menegangkan karena anak sakit, saya sering menambahi ungkapan yang banyak dipercaya oleh orang tua jaman dulu itu dengan ungkapan 'anake mundak akale, mbokne ilang akale' :D.  

Dan dua malam yang lalu, fase itu kembali dilewati oleh Razan. Rewel dan tidak tahu apa penyebabnya. Semaleman nangis hebat tanpa saya tahu apa penyebabnya. Hanya  tanda-tanda hidung yang sedikit meler seperti mau flu yang dapat dilihat. Tetapi suhu tubuhnya normal, tidak panas. Saya berusaha tenang. Karena jika panikpun persoalan tidak akan selesai, justru Razan mungkin akan semakin menjadi-jadi nangisnya. Meskipun sudah malam, Saya ajak Razan keluar Rumah untuk melihat cicak dan mendengarkan suara-suara belalang dipohon teh-tehan. Sejenak diam, namun setelahnya nangis lagi. 

Lama-lama saya khawatir, jangan-jangan memang ada yang sakit dari anak ini tapi saya tidak mengetahuinya. Pikir saya. Atau dia merasa cumpleng aka pusing sebagai efek dari fase awal pileknya itu. Tanpa pakai lama, saya parutkan bawang merah dan saya campuri garam untuk dioles di ubun-ubun Razan. Harapan saya semoga bisa mengurangi rasa cumplengnya. 

Setelah saya olesi bawang merah, razan nangis dan minta dibersihkan olesan tersebut. Selesai membersihkan, Razan marah dan nggak mau ditemani. Saya diminta pergi. Keluarlah saya dari kamar. Razan gulang-gulung di atas kasur sendirian. Saya mencoba mengawasinya dari luar kamar. Lama kelamaan anak itu tertidur.

Razan Menikmati Pijatan Mbah Salim
Yes..saya bisa solat isya dan beberes. Setelah semuanya beres Razan terbangun dan nangis-nangis lagi. OMG, ini anak kenapa. Paginya saya bawa Razan ke mbah salim untu dipijat. Dan sodara-sodara, begitu sampai rumah mbah salim, Razan itu langsung mapan, posisi siap dipijat. Setelah dipijitin, mbah salim bilang kalau bagian bahu Razan memang ada yang keslireng aka keseleo. Oooo...ini rupanya penyebab Razan nangis semalaman. Dan sampai dirumah Razan sudah senyam-senyum memperlihatkan bahwa hari ini dia sudah Ok. 

Tapi sedihnya, pagi ini Razan keliatan kurusan dari biasanya :'(. Mosok le, cuma rewel semalem berat badanmu mngalami penurunan sih. Bunda jadi punya PR mengembalikan nafsu makan dan berat badanmu nih sekarang. Semoga sukses ngerjain PRnya :)

Bociilll....

Masih tentang si bocah kecil aka bocil, Razan. Dua hari libur pasti rempong dibuatnya. Anak satu ini beneran istimewa. Tidur larut dan bangun pagi-pagi, Nyaris emaknya kagak bisa pegang pekerjaan rumah. Beberapa waktu lalu, si bocil lumayan kooperatif dengan emaknya. Ritme tidur teratur dan selalu bisa disambi lembur kalau emaknya bawa kerjaan kantor ke rumah. 

Namun saat ini tak begitu lagi. Sibocil sulit untuk jauh dari emaknya. Begitu emaknya pulang dari kerja selalu yang dicari adalah emaknya, 'Bu mana, Bu mana', kalimat itu yang selalu muncul saat emaknya tidak berada didekatnya. Pun juga emaknya tidak tega meninggalkannya bermain sendirian. Dengan semakin bertingkah dan berpolahnya sibocil, emaknya sering khawatir jika meninggalkannya sendirian. Beberapa kali ada kejadian istimewa saat sibocil ditinggalkan sebentar di kamar atau di tempat nonton tipi. Satu botol minyak telon habis untuk mengusap-usap kaki dan tangannya, separuh bedak habis ditabur di karpet, si bocil dicari kemana-mana tidak ada ternyata tidur di atas meja ruang tamu, lompat-lompat di atas kursi, kuda-kudaan di sandaran kursi, serta beberapa kejadian lain yang relatif membahayakan si bocil maupun teman main si bocil, mbak wamdah. Kalau tidak ada yang 'ngulatke', sibocil kerap ditemui sedang memukul atau melempari mbak wamdah dengan mobil-mobilan, mendorongnya hingga terjatuh dan bahkan mengajak mbak wamdah bergulat. OMG Razan...!!!! Dari pada dua bocil itu kenapa-kenapa, emaknya atau siapa saja yang selo dirumah lebih memilih untk ngulatke. 

Cerita yang lain selain itu adalah bahwa sekarang ritme tidur si bocil sering tidak teratur. Kadang selepas magrib sudah tidur, kadang jam 9, jam sepuluh dan tak jarang jam 00 baru tidur. Ohhh..Razan. Bunda tepar naakk!! dan kalau tidur sampai larut, emaknya tak boleh untuk sekedar merebahkan tubuh, 'ngeluk geger'. Emaknya diminta duduk sama dengan posisi sibocil duduk dan menemani bermain, mengatur parkir mobil-mobilannya. 

Dua hari ini si bocil agak rewel, barangkali penyebabnya adalah sariawan kecil di bibirnya sehingga bocil merasakan ketidaknyamanan. Jangankan untuk menyempatkan menikmati 'me time' saat libur dua hari ini, sekedar untuk membalas sms saja susahnya minta ampun. 

Semalaman boboknya juga tidak nyenyak dan sering terjaga. Pun tidurnya sudah larut, bangunnya tetep saja pagi-pagi. Untungnya acara mencucinya sudah selesai. Bangun tidur minta maem, tetapi karena bibirnya sakit
disuapi maem malah teriak-teriak kojel-kojel. Susah sangat dua hari ini sibocil maem. Jika mau maem ya hanya beberapa suap saja. Tapi masih untunglah dari pada enggak sama sekali.

Cepet sembuh ya tole, semoga ini merupakan bagian dari prosesmu untuk bertumbuh, belajar dan berkembang, mundak akale, begitu kata orang jawa. 

Luv u Bocil :-*





Jelang 20 Bulan Razan

Jagoan kecilku saat ini telah berusia 19.5 bulan, akhir bulan nanti usianya genap 20 bulan. Tidak terasa lebaran nanti (4 bulan lagi) Razan sudah berulang tahun yang kedua. Diusianya tersebut, Razan sudah cukup bisa merangkai dua tiga kata, mengekspresikan keinginannya dan mengomentari hal-hal yang dia sukai. Setiap pagi ayah mau berangkat kerja, Razan suka bilang, "Bu, ayah antat ija, ayi wang, uat yuyu" maksudnya adalah: Ibu, ayah berangkat kerja, cari uang buat beli susu. Juga kalau Razan bosan mainan di Rumah dan ngajak main ke tempat mbah giono "Mbah, ayan nono". Maksudnya adalah, mbah razan mau main tempat mbah giono. Satu lagi yang sering membuat saya dan ayah gemes adalah saat razan dibeliin sesuatu, entah itu mainan atau baju, Razan suka bilang "bu, adus", Ibu bagus, begitu maksudnya.

Nggak sadar saya sering menitikkan air mata  ketika melihat ekspresi anak kecil yang so amazing. Kok ya kamu sekarang udah gede ya le. Udah bisa bilang macem-macem, bisa melakukan banyak hal bermain-main, bisa baca alfatihah dengan pelafalan yang gimana gitu, bisa nyanyi,   jago nendang bola, bahkan kadang bisa dimintain tolong. Beneran nggak kerasa le.


Selain hal-hal yang menakjubkan dan menyenangkan tadi, ada juga hal-hal yang TIDAK menyenangkan dan kadang bikin emaknya senewen, jari melepuh karena pegang kompor, jidat benjol dan kaki lebam karena jatuh atau muka tergores karena mainan, argghhhh, Razan....!!!!

Apapun itu saya lega, Razan memasuki bulan ke-20 dengan begitu banyak perkembangan yang membanggakan pula. Saat liat ekspresinya menirukan iklan produk susu sambil nyanyi "kalau kau anak *** unduk anan' sembari mengacungkan jarinya atau saat Razan bilang "Bu, yu", Ibu i love you. Saya  lega, dia tumbuh dengan begitu banyak ekspresi.

Sebelum  saya tahu dan paham tentang perkembangan anak dari waktu ke waktu saya sempat stress. Mendapati Razan yang ingin tahu banyak hal, orang sering berkomentar "Anakmu ngglidik ya", "Anakmu nakal ya" dan komentar-komentar lain. Saya stress betul waktu itu. Dan butuh waktu untuk saya bisa sedikit tahu tentang perkembangan Razan. Alhamdulillah pelan-pelan saya bisa sedikit demi sedikit mengarahkan Razan, mengajaknya bicara, menjelaskan sesuatu, tidak reaktif terhadap apa-apa yang dilakukan Razan. Sulit memang, tapi harus bisa demi Razan. Dan menjelaskan kepada orang-orang sekitar terhadap perkembangan Razan, termasuk 'mengcounter' komentar-komentar yang tadi saya ceritakan di atas. Bukan untuk memberikan pembelaan terhadap anak saya, tetapi ini penting bagi mereka untuk tahu tentang bagaimana memperlakukan anak kecil dengan baik dan memperlakukan anak kecil dengan hasrat ingin tahunya yang membuncah. Tidak saja perlakuan pada anak saya, tetapi juga kepada anak-anak orang lain yang mereka justifikasi sebagai anak nakal, nggelidik dan sebagainya.

Saya sangat berharap tidak ada lagi anak-anak kecil yang diperlakukan tidak semestinya karena mereka tidak memahami tahapan tumbuh kembang anak. Saya juga masih belajar banyak. Dan semakin semangat untuk belajar lebih banyak lagi.


Ngedapur Lagi

Belakangan ini saya merasa seperti penganten baru, baru saja menikah dan baru saja punya suami, punya keluarga baru dan suka masak-masak untuk keluarga barunya, ngedapur untuk keluarga tercinta. Sudah hampir dua bulan ini ayah aka suami saya pindah kerja di Jogja dan saya punya kegiatan baru, ngedapur untuk nyiapin buka-sahur ayah, dan nyiapin sarapan serta bekal makan siang ayah saat tidak puasa.

Dulu, pas ayah masih kerja di luar kota dan bercerita tentang menu-menu makan yang disantapnya saya sering merasa prihatin, makan sahur dan buka dengan menu 'sak kecekele' dan pula jam makan siang dan sarapan yang sering kali dirapel karena cari praktisnya. Dan betul saja, kebiasaan buruk tersebut berbuah pahit karena kemudian ayah terkena sakit lambung, bahkan harus cuti seminggu untuk benar-benar memulihkannya.

Pada saat-saat seperti itu saya sering bilang, coba saya boleh ikut ayah ke situ atau coba ayah kerja disini, pasti ayah nggak 'kapiran', ada yang ngopeni makan siang, sarapan, buka dan sahur. Dan sejak ayah kerja di Jogja, saya ditagih untuk selalu menyiapkan buka-sahur, sarapan dan bekal untuk kerja. Kegiatan baru yang cukup membuat saya 'nubruk-nubruk' di pagi hari dan juga membuat saya merasa puas karena bisa menyediakan makanan sehat untuk ayah dan si kecil Razan dan juga bis amengupayakan pola hidup sehat untuk ayah.

Selain karena request dari suami, aktivitas ngedapur juga karena tuntutan dari si kecil Razan. Sejak masih MPASI, Razan itu tidak begitu suka dengan masakan warung. Jadilah ibunya harus turun tangan sendiri untuk menyediakan maeman untuk Razan. Dan sebenarnya itu tidak terlalu repot, karena Razan itu doyan makan apa saja asal makana rumahan. Menu Sop Brokoli sampai telur goreng pun oke buat Razan asal itu bukan makanan warung.

Dan ternyata aktivitas ngedapur itu menyenangkan lo, bisa jadi tempat untuk beraktualisasi, mengeksplorasi kemampuan memasak dan mencoba menu-menu baru. Sayang, sekarang ini ngedapurnya masih di dapur mbah uti. Semoga ya segera punya dapur sendiri untuk bisa mengeksplor lebih banyak kemampuan ngedapurnya. amin :)

The "WOWs" in early 2013

Halo semuwwanyaaahhh :)
Senangnya bisa kembai menengok my family journal ini. Lama sekali rasanya tak mengunjunginya. Banyak cerita dan pengalaman terlewatkan begitu saja tanpa sempat terekam. Banyak tantangan yang juga tak sempat tertulis dalam jurnal ini. Banyak hal WOW yang juga tak sempat 'mangkal' di halaman jurnal ini. Namun, setidaknya saya ingin berbagi beberapa cerita dan pengalaman di awal 2013 yang sangat berkesan bagi kehidupan saya saat ini:

Cerita pertama adalah soal khatamnya Razan dari treatmen 'Flek'. Lega rasanya setelah enam bulan bocah kecil itu didiagnosa terkena Flek dan harus ngobat setiap pagi bangun tidur, dan bulan lalu setelah rongsen dikasih tau oleh DSAnya kalau hasilnya bagus, dan treatmen obatnya dinyatakan telah selesai.

Cerita kedua adalah tentang kepindahan Ayah ke Jogja. Bahagia sekali saya dan razan akhirnya dapat tinggal serumah, setelah hampir 1,5 tahun usia razan dan 2 tahun 3 bulan usia pernikahan kami hidup berjauhan, akhirnya kami dapat hidup bersama. Sungguh anugrah yang luar biasa tak terkira. #Alhamdulillah#. Meskipun banyak hal harus kami awali dari nol dan harus beradaptasi layaknya pengantin baru, namun itu menyenangkan.

Cerita ketiga seputar keikutsertaan dalam konferensi ASC 2013. Hal yang tak terduga sebelumnya. Hasil iseng-iseng belajar nulis akademik writing lolos dalam konferensi ASEAN. Beneran ini iseng-iseng berhadiah.




Pengalaman baru, wawasan baru dan tantangan baru saya temukan dalam proses ini. Sungguh menyenangkan. Apalagi berkesempatan presentasi bareng dengan presenter dari negara lain, beneran menyenangkan dan nagih. Semoga besok-besok ada kesempatan lagi untuk ikut serta dalam kegiatan serupa. amin.


Nazar oh Nazar

Hari ini saya membaca kisah  Mahasiswa MKP Fisipol UGM 2008 yang merealisasikan nazarnya untuk berjalan kaki jogja-gunung kidul paska ujian kelulusan S1 (pendadaran skripsi) nya. Kisah selengkapnya bisa dilihat di link ini.


Sekilas emang nampak konyol. Tapi saya sangat mengapresiasi atas kepeduliannya terhadap anak yatim. Dan saya bertambah apresiatif lagi setelah buka-buka FBnya dan membaca latar belakang kenapa dia sampai punya nazar yang sebegitu konyolnya. Berikut latar belakang yang dituliskan diakun FBnya:




Assalamu’alaikum wr.wb.,


Teman2, menindak lanjuti nadzar saya yaitu jika lulus dari jurusan Administrasi Negara UGM maka saya akan jalan kaki dari jogja-wonosari dengan mengumpulklan bantuan untuk anak yatim piatu di panti asuhan di Gunungkidul dan membersihkan musola maupun masjid disepanjang jalan yang akan saya lalui khususnya di sebelah kanan jalan. Alhamdulilah atas berkat rahmat Allah SWT saya sudah lulus maka saya akan menjalankan nadzar saya tersebut pada hari Minggu, tanggal 3 Maret 2013 besok.
Dasar pemikirannya adalah menyantuni anak yatim piatu merupakan kewajiban kaum muslimin dan orang yang mengabaikannya dianggap sebagai pendusta agama dan diancam dengan azab neraka. Sekarang ini pendidikan sangat diperlukan, namun bagi mereka siapa yang memperdulikannya, siapa yang membantunya, siapa yang perhatian tehadapnya, sudah semestinya meraka mendapatkan pendidikan agar kelak mereka bisa menjadi bagian dari orang-orang yang dibutukan masyarakat.
Kapan kita akan peduli dengan mereka, apakah mereka bukan tanggungjawab kita? Wahai saudaraku, teman-temanku mereka adalah saudara kita. Mereka adalah bagian dari hidup kita, dan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Dalam kegiatan ini saya mengajak kepada saudara, teman-teman untuk turut berpartisipasi dalam meringankan beban mereka, terlebih membantu mereka dengan sedikit harta yang kita miliki agar mereka bisa mendapatkan pendidikan dengan lebih baik dari yang sudah ada. Sudah semestinya mereka mendapatkan suatu penghargaan dan perhatian selayaknya anak-anak lain.
Bantuan dapat berupa uang tunai yang bisa ditransfer ke Bank Mandiri Syariah dengan Nomor Rekening 7005113451 a.n Tedy Goenarto, atau bagi saudara dan teman-teman yang tidak merasa keberatan bisa langsung menyerahkan kepada saya di sepanjang jalan jogja-wonosari sebelumnya bisa sms saya di nomor 08562784400. Saya berangkat dari jogja jam 03;00 minggu pagi tanggal 3 maret 2013. Selain itu bantuan juga bisa berupa sandang yang layak pakai serta perlengkapan sekolah : buku tulis, pensil, penggaris, penghapus, seragam. Tas, sepatu dll bisa langsung disampaikan pada pelaksanaan kegiatan ini yaitu pada hari minggu 3 maret 2013.
Dalam Nadzar ini saya tidak ada paksaan dan tidak merasa terbebani. Ada yang bilang kalo nadzar hendaknya tidak meyusahkan diri sendiri, disini saya tidak merasa terbebani, saya hanya ingin mengajak teman-teman semua untuk berbagi,sekedar info perjalan yang akan saya tempuh adalah 40-50km.
Demikianlah, kegiatan yang akan saya laksanakan, semoga berkat bantuan para dermawan, temen-temen semua kegiatan memberi santuan kepada teman-teman, adik-adik kita yatim piatu dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita semua serta bisa memberi manfaat sebesar-besarnya kepada ummat dengan segala rahmat, dan petunjuk dari Allah SWT. Aminn.
Atas segala perhatian dan bantuan Bapak/ Ibu/ Sdr/ Sdri/ Teman-teman semua saya mengucap jazaakumullaahu ahsanal jazaa’, semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan rahmat serta kemudahan riski di dalam mengarungi bahtera kehidupan di alam dunia ini.

Family Holiday

Senangnya akhir pekan kemarin berkesempatan memberikan pengalaman baru kepada Razan berperjalanan menggunakan Bus. Tujuan dari perjalanan kemarin adalah Pandawa Water World, Solo Baru. Razan seneng bukan main, karena sebelumnya Razan memang belum pernah naik Bus. Sepanjang jalan Razan lonjak-lonjak, joget-joget dan nunjuk-nunjuk mobil, truk dan kendaraan yang berlalulalang di jalan. Mantap gitu ya le perjalanannya. Lebih mantap lagi karena perjalanan tersebut gratisan. Terima kasih bosnya ayah, sering-sering ultah ya, biar sering-sering diajak jalan-jalan gratisan :D (maunya yaa!!).






Razan @Pandawa


Selain karena Razan yang memang lasak, situasi di tempat rekreasi memang menarik anak kecil untuk bermain-main.So, semakin  menjad-jadiilah Razan. Ngajak bermain air diberbagai arena, tak hanya yang diperuntukkan untuk anak-anak, tetapi juga arena bermain yang untuk orang dewasa. Tak apalah, yang penting Razan seneng. 

Sembari menanti ayah mengiuti acara game demi game, Razan bermain berdua bersama bunda. mulai dari arena paling selatan sampai paling utara. Saya khawatir Razan kedinginan karena kelamaan main air. Tetapi ternyata dugaan saya salah. Razan tidak mau diajak berhenti main air. Razan paling suka bermain di arena pantai, karena ada ombak dan air mancurnya. 

Setelah hampir dua jam bermain, Razan saya ajak naik dan mandi. Sebenarnya dia masih ingin main air lagi, tapi kalau diturutin anak satu itu nggak ada habisnya bernain air. Sampai kelaparan kayaknya, pas saya ajak ke kamar mandi, Razan teriak-teriak 'inta-inta maem'. Minta-minta mem begitu katanya. Aduh tole, tunggu pakai baju nanti baru setelah itu makan ya tole. Dan betul saja, nasi ayam satu piring nyaris ludes oleh Razan.  Alamat abis ini Razan bakal tidur pulass. Dan betul sodara-sodara, tidak pakai lama setelah masuk kembali Razan langsung tertidur pulass.***


todays quotation


 “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” (Pram)

Razan Hari ini

Razan bagi saya adalah tentang ilmu, pembelajaran, kesabaran dan keajaiban. Setiap hari anak kecil itu membuat saya dituntut untuk belajar tentang banyak hal, dituntut untuk terus mencari ilmu tentang banyak hal agar saya dapat menjadi ibu yang baik untuknya, dituntut untuk banyak bersabar mendampinginya bertumbuh dan berkembang dan sekaligus menikmati keajaiban bersamanya.

Seperti keajaiban hari ini, baru tidur jam 01.00 karena sebelumnya sudah tidur dan terbangun tanpa menegeluarkan suara apapun, langsung jalan-jalan dan mondar-mandir di kamar sehingga ibunya yang sudah terlelap tak menyadari bahwa si kecil terjaga dan baru sadar setelah jam 22.30. Saat ditanya 'Razan bagunnya sudah lama?' dan dijawab sekenanya oleh razan 'iya'. 

Setelah ibunya terbangun Razan pun menggandeng tangan ibunya untuk diajak main keluar kamar. Hedehh, dan saya pun merayu Razan untuk tetap main di dalam kamar, 'tole, ini kan sudah malam kita bobok ya, mainnya besok lagi'. Jurus pertama tidak berhasil, razan tetap merajuk untuk mengajak bermain di luar. Saat pintu kamar saya buka, brrrrrr.... udara dingin setengah mati. Pengen rasanya kembali ke kamar dan menarik kembali selimut saya. Tapi apa boleh buat, Si kecil tetap merengek untuk ditemani main di luar. Pun semua mainan sudah saya angkut ke dalam kamar. Razan tetap bersikeras menolak. Tak ada pilihan lagi. Razan bermain di luar dan saya menghidupkan TV. Lumayan ada film nagabonar jadi 2, ada dedy mizwar di sana. Jadi mikir, sekarang lagi masa kampanye pilgub jabar bukan sih? Bukannya kalau lagi masa kampanye, nggak boleh ada film yang diperankan cagub/cawagub ditayangkan di tv? nah ini kok.....mana ada iklan berjalan bahwa pada hari ini tanggal ini pukul ini akan diputarkan juga film kiamat sudah dekat yang salah satu pemerannya dedy mizwar juga. pusing. Sudah lah kembali ke Razan saja, setelah bosan main Razan ikutan nonton nagabonar jadi 2. 

Saya bujuk lagi Razan untuk mau masuk kamar dan mau. Horeee...ibunya senang karena nggak harus kedinginan lagi. Sesampainya di kamar ada tontonan seru, belalang yang dikejar-kejar sama cicak. razan senang. Tapi belalangnya terbang karena dikejar-kejar cicak dan tontonan pun selesai. razan ngajak keluar kamar lagi karena sepertnya belalangnya lari keluar. 

'Di kamar saja ya dek, kita mainan di kamar' bujuk saya. Saya ambilkan headset dan razan mendengarkan lagu. Lama-lama HP dan headset dibuang dan kembali mengajak keluar kamar. Dan tiba-tiba ada bunyi sssststststst..sayap belalang yang sepertinya kejepit. Razan takut mendengarnya dan menelungkupkan mukanya di badan saya. Daaaaannnnn...dia minta dikelonin dan bobok. Alhamdulillah. Akhirnya saya bisa tidur lagi. Horeeee. 


Spirit: The Stallion Of Cimmaron

Spirit: The Stallion Of Cimmaron, film lama, dirilis tahun 2002 dan saya baru menontonnya sekitar tahun 2003 bersama  Mas Thoriq. Film yang bagi saya inspirasinya tidak pernah habis ini telah menginspirasi saya dalam banyak hal, persahabatan, semangat pantang menyerah, dan tentang cinta. Banyak orang memuji film ini. Beberapa orang bahkan telah membuat reviewnya, tidak hanya dari sisi ceritanya, namun juga dari teknologi pembuatan filmnya. Animasinya keren. Beberapa review tersebut dapat dilihat di sinidi sinidi sini dan di sini.

Saking sukanya saya pada film ini, saya sering memaksa ponakan dan sodara-sodara saya untuk nonton film ini. Ohya, sudah ceritanya bagus, animasinya oke, soundtracknya juga top. Kolaborasi yang memang oke, top markotop dan sip markusip. Sampai sekarang kalau saya merasa membutuhkan inspirasi, saya masih sering menontonnya.





Bagi anda yang penasaran, anda bisa melihatnya di sini.

Quote of the day



Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.

For my beloved IBU



Bunda,
Saat kami bayi, engkau orang terakhir tidur setelah dunia lelap,
bahkan boleh jadi tidak tidur, agar kami bisa nyenyak.
Dan engkau pula yang pertama kami lihat saat terjaga.

Bunda,
Saat kami kanak-kanak, engkau orang terakhir yang putus rasa sabarnya,
bahkan boleh jadi tidak pernah, walau orang2 lain telah jengkel setengah mati
Dan engkau pula yang pertama membesarkan hati.

Bunda,
Saat kami gagal, engkau orang terakhir yang berputus asa,
bahkan boleh jadi tidak pernah, meski seluruh dunia sudah berhenti berharap
Dan engkau pula yang pertama menghibur.

Bunda,
Saat kami sakit, engkau orang terakhir yang bertahan menemani,
bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah kembali sibuk
Dan engkau pula yang pertama berbisik kabar kesembuhan.

Bunda,
Saat kami ragu2, engkau orang terakhir yang hilang keyakinan,
bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah menyerah
Dan engkau pula yang pertama berbisik tentang janji-janji.

Walaupun,
Saat kami besar, boleh jadi engkau orang terakhir yang kami hubungi,
bahkan boleh jadi tidak pernah, karena alasan sibuk atau apalah

Walaupun,
Saat kami bahagia, boleh jadi engkau orang terakhir yang tahu,
bahkan boleh jadi benar2 amat terlambat, karena alasan tidak sempat atau apalah

Bunda,
Di antara bisik doa-doa-mu, sungguh terselip beribu nama kami
Dan boleh jadi itulah yang membawa kami hingga seperti hari ini
Engkau orang terakhir yang akan berhenti mendoakan kami,
bahkan boleh jadi tidak pernah berhenti, hingga akhir hayat.
Dan sungguh, Engkau pula orang pertama yang mengucapkan kata Amin bagi kami.



I Love You Ibu...

Source: darwis tere liye

Quotation of the day


'Home is where the heart is'

tentang saya

Ibu dari dua anak-anak yang sehari-hari mengajar di Universitas Aisyiyah Yogyakarta serta peneliti tentang isu-isu kebijakan publik serta dinamika pemerintahan daerah

Selamat Datang

Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini merupakan kumpulan tulisan pribadi pengisi waktu luang, renungan dan juga rekaman jejak tumbuh kembang anak lanang kami, Razan. Semoga bermanfaat.
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Translate

Popular Posts

Followers