Tampilkan postingan dengan label razan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label razan. Tampilkan semua postingan

'Super Duper Camp' Virtual Camp ala Kelas IV SDIT Alam NURIS

Camping adalah sesuatu yang selalu dinanti-nantikan oleh keluarga besar SDIT Alam Nurul Islam. Tidak hanya oleh siswanya, namun juga orang tua bahkan kakak dan adik dari siswa tersebut. Betapa tidak, camping selalu menyisakan beragam cerita seru, mengharukan, lucu, dan yang pasti penuh pembelajaran. Sayangnya di masa pandemi ini kegiatan camping tidak dapat diselenggarakan seperti biasanya. Namun demikian, bukan ustad dan ustadzah Nuris namanya kalau tidak punya ide-ide brilian untuk menciptakan kegiatan-kegiatan keren yang memberikan pembelajaran kepada siswa terkait tema yang sedang dipelajari sekaligus mengobati kerinduan pada aktivitas-aktivitas siswa yang sering dilakukan ketika sebelum pandemi. 

Menutup tema pembelajaran tentang To Be Survivor, kelas IV SDIT Alam Nuris menyelenggarakan tutup tema dengan kegiatan Super Duper Camp. Kemah virtual yang diselenggarakan di rumah dengan setiap siswa terkoneksi dengan zoom sepanjang kemah berlangsung. Kegiatan kemah ini disusun layaknya kemah senyatanya kemah pada umumnya. Ada kegiatan opening, memasak bersama yang diikuti oleh sisawa-siswa via zoom dengan jenis masakan bebas sesuai keinginan, ibadah, dan ada pula kegiatan jurid malam dan api unggun. Pada kegiatan jurid malam dan api unggun ini anak-anak diajak berkeliling sekolah secara virtual dan menyusuri lingkungan-lingkungan di sekitar sekolah, termasuk makam yang berada persis di samping sekolah. Kegiatan jurid malam dan api unggun ini mencoba membekali anak-anak dengan ketrampilan kesiapsiagaan di malam hari. Apa yang pelu dilakukan dan disiapkan oleh siswa-siswa ketika beraktivitas di malam hari. 


Meskipun dilakukan secara virtual, siswa-siswa betul-betul terbawa suasana. Razan yang mengikuti jurid malam melalui zoom teriak-teriak, heboh sendiri. Gelap, nggak kelihatan apa-apa, sepi dan serem kata Razan. dalam hal iniustad dan ustadzah berhasil mengemas kegiatan kemah virtual ini dengan baik, sehingga siswa-siswa terbawa suasana seperti mengikuti kemah beneran. Sekitar jam 21 (sembilan malam), kegiatan jurid malam dan api unggun selesai. Siswa disilakan istirahat dan dilanjutkan qiyamul lail pada jam 03.00 dan sholat subuh secara mandiri. 

Zoom dibuka kembali pukul 05.00 pagi. Siswa-siswa diajak memaknai setiap proses yang dilalui selama mengikuti super duper camp ini. Menjadi bahagia, menjadi pemenang dalam setiap proses dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi adalah beberapa pemaknaan yang coba disampaikan ustad pada sesi pagi ini. Pukul 06.00 pagi kemah virtual resmi ditutup. Meskipun banyak diantara teman-teman razan yang masih pengen lanjut kemahnya. Begitupun Razan. Tenda masih dibiarkan berdiri dan tidak dibongkar di rumah. Kemahnya lanjut nanti malam lagi karena pagi ini Razan harus mengikuti pembinaan EBTAQ.

Terima kasih disampaikan kepada ustad dan ustadzah yang sudah menyiapkan kegiatan seru ini. Semoga ada kegiatan-kegiatan pembelajaran lainnya yang tidak kalah seru yang menstimulasi siswa untuk tetap semangat belajar dan melakukan aktivitas-aktivitas positif di masa pandemi ini. 



I am back

Alhamdulillahirobbil'alamin. Akhirnya ngeblog lagi setelah ratusan purnama off. Terakhir ngeblog kira-kira sekitar bulan Agustus 2016 dan sekarang sudah Agustus 2021. Lima tahun ga ngeblog sodara-sodara dan sekarang ngeblog lagi. Hurraay. Senang tak terkira. 

Beberapa waktu yang lalu udah nyoba masuk lagi ke blog. Pengen nulis lagi. Tapi lupa email dan paswordnya. Hari ini dipaksa sama anak lanang untuk nyoba nyari email yang dipakai. Dia pengen ibunya ngeblog lagi menceritakan hari-hari seru bersama adiknya. 

Oiya, Razan tertarik dengan blog setelah beberapa hari  yang lalu di sekolahnya ada tema menulis buku harian. Kemudian saya tunjukkan beberapa buku harian saya yang saya punya dan juga saya tunjukkan blog ini sebagai another buku harian saya. Razan seneng membaca blog saya yang banyak bercerita tentang masa kecilnya. Dia pengen saya juga bercerita tentang adiknya 'Farras' di blog ini. 

Setelah nyoba-nyoba nanya ke mbah gugel bagaimana caranya bisa kembali ke blog yang udah lama ga kita buka, akhirnya nemu juga. Dan hasilnya yah ini bisa nulis lagi. Semoga semakin rajin nulis ya. Nggak hanya cerita tentang daily activities. Tapi juga bisa bercerita tentang hal-hal yang lebih serius. Tentang riset, pemberdayaan masyarakat dan fenomena-fenomena lain yang menarik terkait kebijakan publik. 

We loves you, kiddos

Sabtu-Minggu barangkali adalah hari yang dinanti oleh Razan. Pada hari tersebut, Razan bisa bermain sepuasnya dengan bunda, bobok siang dikeloni bunda, maem, mandi bersama bunda dan jalan-jalan bersama bunda. I know it well, that you loves me much thole. Demikian juga dengan kami my lovely kidos, We loves you much more.

Sebagai Ibu bekerja, yang bekerja dari Senin-Jum'at, dari Jam 07.30-17.00, saya meninggalkan anak lanang di rumah bersama mbah kung dan mbah uti. Otomatis, pada waktu-waktu tersebut saya tidak dapat mendampinginya. Itu pilihan dan komitmen kami. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Dan kami terima konsekuensi itu. Sebagai kompensasinya, kami selalu meluangkan jalan-jalan di saat hari libur. Sembari memberikan kesempatan kepada Razan mengeksplorasi dunia di luar rumahnya, kami juga berupaya menghadirkan kehangatan keluarga, kesenangan dan kegembiraan yang tidak dapat kami berikan maksimal selama kami tinggalkan bekerja. Tidak harus mahal, kadang kami sekedar menyempatkan diri mengantarkannya ke lembah UGM untuk melihat rusa, berkunjung ke rumah keluarga lain, belanja atau seperti kemarin, saya ajak Razan ke pasar tradisional, Saya beri kesempatan untuknya memilih lauk untuk makan siangnya dan dipilihnya ikan kali untuk menemani makan siangnya.

Hampir dua tahun berjalan, alhamdulillah all is well. Secara psikologis dan emosional, Razan tumbuh dengan baik meski kami (bunda dan ayah) tidak  bersamanya selama 24 jam. Diusianya yang hampir 21 bulan, Razan sering sekali memberikan kejutan kecil pada kami. Kemampuannya berbicara, ekspresi-ekspresinya, cara Razan merespon sesuatu yang ada di sekitarnya, tak jarang membuat kami merasa sangat diberkahi memiliki bocah kecil itu. Seperti pagi ini ketika Razan agak susah dibangunkan. Ohya, Razan punya kebiasaan terbangun dini hari dan sebagai dampaknya agak susah kalau dibangunkan keesokan paginya.  Nah hari ini saat Razan susah dibangunkan, bunda bilang sama Razan "Razan mau bangun nggak?". "Emoh, ayan amak (Razan Ahmad) mau bobok", jawab Razan. #nah loo!!! "Kalau Razan nggak mau bangun, Bunda berangkat kerja sekarang ya", kata saya. "Razan ituk (ikut) Bunda", Jawab Razan lagi. "Kalau mau ikut, Razan bangun dulu, maem trus mandi". Langsung deh anak itu bangun, dan duduk manis menantikan suapan sarapan dari Bunda. Setelah Sarapan selesai, mandi dan minusm susu, Razan dengan setia menemani bunda dan ayak bersiap berangkat kerja. Beneran ini kayaknya, anak kecil ini berharap diajak pergi hari ini. Dan betul saja, saat saya mengangkat ransel saya keluar kamar, Razan udah teriak-teriak, "Bunda, ayan ituk eja, ayan ituk eja (Razan ikut kerja)". Oalah tole...tolee...atas jasa baik bapak saya, setiap pagi  saya bisa berangkat kerja. Dengan sigap, bapak selalu mengalihkan perhatian setiap dia merengek saat saya akan berangkat kerja.

Meskipun dia belum paham betul apa itu bekerja, kenapa saya meninggalkannnya setiap pagi dan ketemu lagi saat sore tiba, saya selalu berusaha menjelaskan dan memberi pengertian, misalnya dengan seperti ini: "Razan, kalau ayah dan bunda pergi pagi hari itu bunda dan yah mau kerja. Razan kan pinter, anak pinter itu nggak nangis kalau ditinggal ayah dan bunda bekerja. Nanti kan sore ketemu lagi, main bareng lagi dan bobok bareng lagi ya". Iya" gitu jawab Razan. Sepenuhnya Bunda mengerti bahwa Razan belum paham betul kalimat-kalimat Bunda di atas dan ketika Razan menangis saat Bunda tinggalkan untuk bekerja, Bunda paham betul itu karena Razan sayang Bunda dan nggak mau jauh dari Bunda. Begitukan le?

Mundak akale, Sudo Bobote

Kalau kata orang jawa, anak kecil kalau mau bertambah pintar atau pandai dalam sesuatu hal dipastikan akan melewati sebuah fase 'rewel'. Rewel ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun kebanyakan penyebabnya adalah sakit. Bisa batuk, pilek, diare dan yang lainnya. 

Saya termasuk yang mempercayai keyakinan ini. Hampir 2 tahun usia Razan, setiap kali akan bertambah kemampuannya dalam sesuatu hal, Razan akan melewati tahapan sakit. Seperi dulu saat akan bisa merangkak, Razan mengalami diare hebat. Memang betul setelah sakit kemudian kemampuan Razan bertambah. Tapi tahukan ibu-ibu bahwa saat menghadapi situasi anak sakit seperti itu, sulit untuk ibu baru seperti saya dapat mencerna dan mempercayai kepercayaan tersebut. Kepercayaan seperti itu baru muncul dan dapat dicerna dengan logika sehat setelah anak sembuh dari sakit. Karena seringkali kekhawatiran yang berlebihan yang justru muncul saat anak sakit. 

Kemudian untuk sekedar membuat suasana tidak menegangkan karena anak sakit, saya sering menambahi ungkapan yang banyak dipercaya oleh orang tua jaman dulu itu dengan ungkapan 'anake mundak akale, mbokne ilang akale' :D.  

Dan dua malam yang lalu, fase itu kembali dilewati oleh Razan. Rewel dan tidak tahu apa penyebabnya. Semaleman nangis hebat tanpa saya tahu apa penyebabnya. Hanya  tanda-tanda hidung yang sedikit meler seperti mau flu yang dapat dilihat. Tetapi suhu tubuhnya normal, tidak panas. Saya berusaha tenang. Karena jika panikpun persoalan tidak akan selesai, justru Razan mungkin akan semakin menjadi-jadi nangisnya. Meskipun sudah malam, Saya ajak Razan keluar Rumah untuk melihat cicak dan mendengarkan suara-suara belalang dipohon teh-tehan. Sejenak diam, namun setelahnya nangis lagi. 

Lama-lama saya khawatir, jangan-jangan memang ada yang sakit dari anak ini tapi saya tidak mengetahuinya. Pikir saya. Atau dia merasa cumpleng aka pusing sebagai efek dari fase awal pileknya itu. Tanpa pakai lama, saya parutkan bawang merah dan saya campuri garam untuk dioles di ubun-ubun Razan. Harapan saya semoga bisa mengurangi rasa cumplengnya. 

Setelah saya olesi bawang merah, razan nangis dan minta dibersihkan olesan tersebut. Selesai membersihkan, Razan marah dan nggak mau ditemani. Saya diminta pergi. Keluarlah saya dari kamar. Razan gulang-gulung di atas kasur sendirian. Saya mencoba mengawasinya dari luar kamar. Lama kelamaan anak itu tertidur.

Razan Menikmati Pijatan Mbah Salim
Yes..saya bisa solat isya dan beberes. Setelah semuanya beres Razan terbangun dan nangis-nangis lagi. OMG, ini anak kenapa. Paginya saya bawa Razan ke mbah salim untu dipijat. Dan sodara-sodara, begitu sampai rumah mbah salim, Razan itu langsung mapan, posisi siap dipijat. Setelah dipijitin, mbah salim bilang kalau bagian bahu Razan memang ada yang keslireng aka keseleo. Oooo...ini rupanya penyebab Razan nangis semalaman. Dan sampai dirumah Razan sudah senyam-senyum memperlihatkan bahwa hari ini dia sudah Ok. 

Tapi sedihnya, pagi ini Razan keliatan kurusan dari biasanya :'(. Mosok le, cuma rewel semalem berat badanmu mngalami penurunan sih. Bunda jadi punya PR mengembalikan nafsu makan dan berat badanmu nih sekarang. Semoga sukses ngerjain PRnya :)

Bociilll....

Masih tentang si bocah kecil aka bocil, Razan. Dua hari libur pasti rempong dibuatnya. Anak satu ini beneran istimewa. Tidur larut dan bangun pagi-pagi, Nyaris emaknya kagak bisa pegang pekerjaan rumah. Beberapa waktu lalu, si bocil lumayan kooperatif dengan emaknya. Ritme tidur teratur dan selalu bisa disambi lembur kalau emaknya bawa kerjaan kantor ke rumah. 

Namun saat ini tak begitu lagi. Sibocil sulit untuk jauh dari emaknya. Begitu emaknya pulang dari kerja selalu yang dicari adalah emaknya, 'Bu mana, Bu mana', kalimat itu yang selalu muncul saat emaknya tidak berada didekatnya. Pun juga emaknya tidak tega meninggalkannya bermain sendirian. Dengan semakin bertingkah dan berpolahnya sibocil, emaknya sering khawatir jika meninggalkannya sendirian. Beberapa kali ada kejadian istimewa saat sibocil ditinggalkan sebentar di kamar atau di tempat nonton tipi. Satu botol minyak telon habis untuk mengusap-usap kaki dan tangannya, separuh bedak habis ditabur di karpet, si bocil dicari kemana-mana tidak ada ternyata tidur di atas meja ruang tamu, lompat-lompat di atas kursi, kuda-kudaan di sandaran kursi, serta beberapa kejadian lain yang relatif membahayakan si bocil maupun teman main si bocil, mbak wamdah. Kalau tidak ada yang 'ngulatke', sibocil kerap ditemui sedang memukul atau melempari mbak wamdah dengan mobil-mobilan, mendorongnya hingga terjatuh dan bahkan mengajak mbak wamdah bergulat. OMG Razan...!!!! Dari pada dua bocil itu kenapa-kenapa, emaknya atau siapa saja yang selo dirumah lebih memilih untk ngulatke. 

Cerita yang lain selain itu adalah bahwa sekarang ritme tidur si bocil sering tidak teratur. Kadang selepas magrib sudah tidur, kadang jam 9, jam sepuluh dan tak jarang jam 00 baru tidur. Ohhh..Razan. Bunda tepar naakk!! dan kalau tidur sampai larut, emaknya tak boleh untuk sekedar merebahkan tubuh, 'ngeluk geger'. Emaknya diminta duduk sama dengan posisi sibocil duduk dan menemani bermain, mengatur parkir mobil-mobilannya. 

Dua hari ini si bocil agak rewel, barangkali penyebabnya adalah sariawan kecil di bibirnya sehingga bocil merasakan ketidaknyamanan. Jangankan untuk menyempatkan menikmati 'me time' saat libur dua hari ini, sekedar untuk membalas sms saja susahnya minta ampun. 

Semalaman boboknya juga tidak nyenyak dan sering terjaga. Pun tidurnya sudah larut, bangunnya tetep saja pagi-pagi. Untungnya acara mencucinya sudah selesai. Bangun tidur minta maem, tetapi karena bibirnya sakit
disuapi maem malah teriak-teriak kojel-kojel. Susah sangat dua hari ini sibocil maem. Jika mau maem ya hanya beberapa suap saja. Tapi masih untunglah dari pada enggak sama sekali.

Cepet sembuh ya tole, semoga ini merupakan bagian dari prosesmu untuk bertumbuh, belajar dan berkembang, mundak akale, begitu kata orang jawa. 

Luv u Bocil :-*





Jelang 20 Bulan Razan

Jagoan kecilku saat ini telah berusia 19.5 bulan, akhir bulan nanti usianya genap 20 bulan. Tidak terasa lebaran nanti (4 bulan lagi) Razan sudah berulang tahun yang kedua. Diusianya tersebut, Razan sudah cukup bisa merangkai dua tiga kata, mengekspresikan keinginannya dan mengomentari hal-hal yang dia sukai. Setiap pagi ayah mau berangkat kerja, Razan suka bilang, "Bu, ayah antat ija, ayi wang, uat yuyu" maksudnya adalah: Ibu, ayah berangkat kerja, cari uang buat beli susu. Juga kalau Razan bosan mainan di Rumah dan ngajak main ke tempat mbah giono "Mbah, ayan nono". Maksudnya adalah, mbah razan mau main tempat mbah giono. Satu lagi yang sering membuat saya dan ayah gemes adalah saat razan dibeliin sesuatu, entah itu mainan atau baju, Razan suka bilang "bu, adus", Ibu bagus, begitu maksudnya.

Nggak sadar saya sering menitikkan air mata  ketika melihat ekspresi anak kecil yang so amazing. Kok ya kamu sekarang udah gede ya le. Udah bisa bilang macem-macem, bisa melakukan banyak hal bermain-main, bisa baca alfatihah dengan pelafalan yang gimana gitu, bisa nyanyi,   jago nendang bola, bahkan kadang bisa dimintain tolong. Beneran nggak kerasa le.


Selain hal-hal yang menakjubkan dan menyenangkan tadi, ada juga hal-hal yang TIDAK menyenangkan dan kadang bikin emaknya senewen, jari melepuh karena pegang kompor, jidat benjol dan kaki lebam karena jatuh atau muka tergores karena mainan, argghhhh, Razan....!!!!

Apapun itu saya lega, Razan memasuki bulan ke-20 dengan begitu banyak perkembangan yang membanggakan pula. Saat liat ekspresinya menirukan iklan produk susu sambil nyanyi "kalau kau anak *** unduk anan' sembari mengacungkan jarinya atau saat Razan bilang "Bu, yu", Ibu i love you. Saya  lega, dia tumbuh dengan begitu banyak ekspresi.

Sebelum  saya tahu dan paham tentang perkembangan anak dari waktu ke waktu saya sempat stress. Mendapati Razan yang ingin tahu banyak hal, orang sering berkomentar "Anakmu ngglidik ya", "Anakmu nakal ya" dan komentar-komentar lain. Saya stress betul waktu itu. Dan butuh waktu untuk saya bisa sedikit tahu tentang perkembangan Razan. Alhamdulillah pelan-pelan saya bisa sedikit demi sedikit mengarahkan Razan, mengajaknya bicara, menjelaskan sesuatu, tidak reaktif terhadap apa-apa yang dilakukan Razan. Sulit memang, tapi harus bisa demi Razan. Dan menjelaskan kepada orang-orang sekitar terhadap perkembangan Razan, termasuk 'mengcounter' komentar-komentar yang tadi saya ceritakan di atas. Bukan untuk memberikan pembelaan terhadap anak saya, tetapi ini penting bagi mereka untuk tahu tentang bagaimana memperlakukan anak kecil dengan baik dan memperlakukan anak kecil dengan hasrat ingin tahunya yang membuncah. Tidak saja perlakuan pada anak saya, tetapi juga kepada anak-anak orang lain yang mereka justifikasi sebagai anak nakal, nggelidik dan sebagainya.

Saya sangat berharap tidak ada lagi anak-anak kecil yang diperlakukan tidak semestinya karena mereka tidak memahami tahapan tumbuh kembang anak. Saya juga masih belajar banyak. Dan semakin semangat untuk belajar lebih banyak lagi.


Ngedapur Lagi

Belakangan ini saya merasa seperti penganten baru, baru saja menikah dan baru saja punya suami, punya keluarga baru dan suka masak-masak untuk keluarga barunya, ngedapur untuk keluarga tercinta. Sudah hampir dua bulan ini ayah aka suami saya pindah kerja di Jogja dan saya punya kegiatan baru, ngedapur untuk nyiapin buka-sahur ayah, dan nyiapin sarapan serta bekal makan siang ayah saat tidak puasa.

Dulu, pas ayah masih kerja di luar kota dan bercerita tentang menu-menu makan yang disantapnya saya sering merasa prihatin, makan sahur dan buka dengan menu 'sak kecekele' dan pula jam makan siang dan sarapan yang sering kali dirapel karena cari praktisnya. Dan betul saja, kebiasaan buruk tersebut berbuah pahit karena kemudian ayah terkena sakit lambung, bahkan harus cuti seminggu untuk benar-benar memulihkannya.

Pada saat-saat seperti itu saya sering bilang, coba saya boleh ikut ayah ke situ atau coba ayah kerja disini, pasti ayah nggak 'kapiran', ada yang ngopeni makan siang, sarapan, buka dan sahur. Dan sejak ayah kerja di Jogja, saya ditagih untuk selalu menyiapkan buka-sahur, sarapan dan bekal untuk kerja. Kegiatan baru yang cukup membuat saya 'nubruk-nubruk' di pagi hari dan juga membuat saya merasa puas karena bisa menyediakan makanan sehat untuk ayah dan si kecil Razan dan juga bis amengupayakan pola hidup sehat untuk ayah.

Selain karena request dari suami, aktivitas ngedapur juga karena tuntutan dari si kecil Razan. Sejak masih MPASI, Razan itu tidak begitu suka dengan masakan warung. Jadilah ibunya harus turun tangan sendiri untuk menyediakan maeman untuk Razan. Dan sebenarnya itu tidak terlalu repot, karena Razan itu doyan makan apa saja asal makana rumahan. Menu Sop Brokoli sampai telur goreng pun oke buat Razan asal itu bukan makanan warung.

Dan ternyata aktivitas ngedapur itu menyenangkan lo, bisa jadi tempat untuk beraktualisasi, mengeksplorasi kemampuan memasak dan mencoba menu-menu baru. Sayang, sekarang ini ngedapurnya masih di dapur mbah uti. Semoga ya segera punya dapur sendiri untuk bisa mengeksplor lebih banyak kemampuan ngedapurnya. amin :)

Family Holiday

Senangnya akhir pekan kemarin berkesempatan memberikan pengalaman baru kepada Razan berperjalanan menggunakan Bus. Tujuan dari perjalanan kemarin adalah Pandawa Water World, Solo Baru. Razan seneng bukan main, karena sebelumnya Razan memang belum pernah naik Bus. Sepanjang jalan Razan lonjak-lonjak, joget-joget dan nunjuk-nunjuk mobil, truk dan kendaraan yang berlalulalang di jalan. Mantap gitu ya le perjalanannya. Lebih mantap lagi karena perjalanan tersebut gratisan. Terima kasih bosnya ayah, sering-sering ultah ya, biar sering-sering diajak jalan-jalan gratisan :D (maunya yaa!!).






Razan @Pandawa


Selain karena Razan yang memang lasak, situasi di tempat rekreasi memang menarik anak kecil untuk bermain-main.So, semakin  menjad-jadiilah Razan. Ngajak bermain air diberbagai arena, tak hanya yang diperuntukkan untuk anak-anak, tetapi juga arena bermain yang untuk orang dewasa. Tak apalah, yang penting Razan seneng. 

Sembari menanti ayah mengiuti acara game demi game, Razan bermain berdua bersama bunda. mulai dari arena paling selatan sampai paling utara. Saya khawatir Razan kedinginan karena kelamaan main air. Tetapi ternyata dugaan saya salah. Razan tidak mau diajak berhenti main air. Razan paling suka bermain di arena pantai, karena ada ombak dan air mancurnya. 

Setelah hampir dua jam bermain, Razan saya ajak naik dan mandi. Sebenarnya dia masih ingin main air lagi, tapi kalau diturutin anak satu itu nggak ada habisnya bernain air. Sampai kelaparan kayaknya, pas saya ajak ke kamar mandi, Razan teriak-teriak 'inta-inta maem'. Minta-minta mem begitu katanya. Aduh tole, tunggu pakai baju nanti baru setelah itu makan ya tole. Dan betul saja, nasi ayam satu piring nyaris ludes oleh Razan.  Alamat abis ini Razan bakal tidur pulass. Dan betul sodara-sodara, tidak pakai lama setelah masuk kembali Razan langsung tertidur pulass.***


Razan Hari ini

Razan bagi saya adalah tentang ilmu, pembelajaran, kesabaran dan keajaiban. Setiap hari anak kecil itu membuat saya dituntut untuk belajar tentang banyak hal, dituntut untuk terus mencari ilmu tentang banyak hal agar saya dapat menjadi ibu yang baik untuknya, dituntut untuk banyak bersabar mendampinginya bertumbuh dan berkembang dan sekaligus menikmati keajaiban bersamanya.

Seperti keajaiban hari ini, baru tidur jam 01.00 karena sebelumnya sudah tidur dan terbangun tanpa menegeluarkan suara apapun, langsung jalan-jalan dan mondar-mandir di kamar sehingga ibunya yang sudah terlelap tak menyadari bahwa si kecil terjaga dan baru sadar setelah jam 22.30. Saat ditanya 'Razan bagunnya sudah lama?' dan dijawab sekenanya oleh razan 'iya'. 

Setelah ibunya terbangun Razan pun menggandeng tangan ibunya untuk diajak main keluar kamar. Hedehh, dan saya pun merayu Razan untuk tetap main di dalam kamar, 'tole, ini kan sudah malam kita bobok ya, mainnya besok lagi'. Jurus pertama tidak berhasil, razan tetap merajuk untuk mengajak bermain di luar. Saat pintu kamar saya buka, brrrrrr.... udara dingin setengah mati. Pengen rasanya kembali ke kamar dan menarik kembali selimut saya. Tapi apa boleh buat, Si kecil tetap merengek untuk ditemani main di luar. Pun semua mainan sudah saya angkut ke dalam kamar. Razan tetap bersikeras menolak. Tak ada pilihan lagi. Razan bermain di luar dan saya menghidupkan TV. Lumayan ada film nagabonar jadi 2, ada dedy mizwar di sana. Jadi mikir, sekarang lagi masa kampanye pilgub jabar bukan sih? Bukannya kalau lagi masa kampanye, nggak boleh ada film yang diperankan cagub/cawagub ditayangkan di tv? nah ini kok.....mana ada iklan berjalan bahwa pada hari ini tanggal ini pukul ini akan diputarkan juga film kiamat sudah dekat yang salah satu pemerannya dedy mizwar juga. pusing. Sudah lah kembali ke Razan saja, setelah bosan main Razan ikutan nonton nagabonar jadi 2. 

Saya bujuk lagi Razan untuk mau masuk kamar dan mau. Horeee...ibunya senang karena nggak harus kedinginan lagi. Sesampainya di kamar ada tontonan seru, belalang yang dikejar-kejar sama cicak. razan senang. Tapi belalangnya terbang karena dikejar-kejar cicak dan tontonan pun selesai. razan ngajak keluar kamar lagi karena sepertnya belalangnya lari keluar. 

'Di kamar saja ya dek, kita mainan di kamar' bujuk saya. Saya ambilkan headset dan razan mendengarkan lagu. Lama-lama HP dan headset dibuang dan kembali mengajak keluar kamar. Dan tiba-tiba ada bunyi sssststststst..sayap belalang yang sepertinya kejepit. Razan takut mendengarnya dan menelungkupkan mukanya di badan saya. Daaaaannnnn...dia minta dikelonin dan bobok. Alhamdulillah. Akhirnya saya bisa tidur lagi. Horeeee. 


Kado terindah

Main dengan razan pagi-pagi diwarnai dengan acara jadukan. Bibir bunda berdarah dan jidat razan memerah. Masih tetep ketawa-ketawa, enggak nangis dan masih dilanjutkan dengan acara panjat-memanjat tumpukan bantal. Kali ini Razan ngglundung diantara tumpukan bantal, kasur dan lemari. 

Awalnya diam dan nggak nangis, lama-kelamaan nangis juga. Alamat ada yang sakit, pikir saya. Sambil Razan nenen, saya coba mencari-cari kalau ada bagian tubuh razan yang sakit. Sepertinya tidak ada. Dan razan main lagi. Menata-nata buku di rak, mengeluarkannya dari rak dan menggantinya dengan tempat minum Razan serta mainan-mainan lainnya. Khusyuk dan asik. 

Meskipun begitu, Razan tetap saja tau kalau mau ditinggal pergi dan akhirnya nangis. Ah toleku...meskipun ritual ini terjadi setiap hari dalam kehidupan kita, tetap saja kau tidak rela bunda tinggalkan. Dan semuanya berakhir dengan gendongan mbah kakung. Digendong di belakang, di atas tulang mbah kakung yang semakin hari kian renta. Tapi semuanya terasa damai. Razan tersenyum. Dan saya bisa dengan ikhlas meninggalkan razan. 

Senyum sumber semangat
Maafkan kami ya tole, karena Allah masih menghendaki untuk kita terus berjuang. Jika memang hidup harus berjuang, maka makna berjuang adalah hal terindah yang dapat kami berikan untukmu. Love you more Razan boy :-*

Bermain Bola dan Manfaatnya Untuk Batita

KOMPAS.com - Tahukah Anda bermain bola bersama si kecil dapat menjadi ajang stimulasi untuk koordinasi tangan dan matanya? Psikolog, Nella Safitri Cholid memaparkan sejumlah manfaat dan kiat bermain bola untuk anak usia 1-3.

Bermain bola dengan menggelindingkan, melempar dan menangkap bola bersama batita juga ada syarat dan ketentuannya. Berikut di antaranya:
* Sediakan bola, bila memungkinkan dalam berbagai ukuran, dari kecil (seukuran bola tenis) hingga agak besar (setidakya ukuran 15-20 cm).
* Pilih bola yang ringan karena otot tangan si kecil belum kuat mengangkat bola yang relatif berat.
* Bola dengan bahan empuk seperti plastik atau kain dengan tekstur agar kasar bisa merangsang indra peraba (telapak tangan) sang bua hati.
* Pastikan area bermain aman dengan permukaan rata.

Cara bermain:
* Minta si kecil duduk berhadapan dengan kita setidaknya dengan jarak 1,5 meter.
* Beri contoh bagaimana cara menggelindingkan bola. Peragakan secara perlahan ke arahnya.
* Minta ia menangkap bola tersebut, lalu biarkan si batita menggelindingkan kembali bola tersebut kepada kita.
* Acungkan jempol atau bertepuk tanganlah untuk menunjukkan rasa bangga atas apa yang dilakukan si kecil. Pujian seperti itu akan membuatnya bersemangat untuk mengulang permainan ini.
* Kalaupun ia belum berhasil mengarahkan bola dengan baik, tetaplah memberinya semangat. Untuk anak-anak batita, menggelindingkan, melempar, ataupun menangkap bola bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Mereka masih perlu latihan berulang-ulang untuk menguasainya.
* Bila anak sudah tampak menguasainya permainan ini dengan posisi duduk, cobalah kali ini bermain sambil berdiri. Atur jarak sedemikian rupa sehingga ia mudah melempar dan menangkap bola tersebut.

Manfaat :

* Gerakan saat si kecil memegang bola dan menstimulasi kemampuan menggenggam melatih fungsi-fungsi jemarinya, dan juga koordinasi kedua tangan.
* Mengoptimalkan kekuatan otot lengan ketika ia menangkap dan melempar bola.
* Mengasah kemampuan kordinasi mata dan tangan.
* Melatih konsentrasi, ketika ia berusaha menangkap bola dengan tangannya serta mengarahkan bola pada sasaran yang tepat.


(Sumber: http://female.kompas.com/read/2013/01/30/09483620/Bermain.Bola.dan.Manfaatnya.untuk.Batita?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp)

Susu UHT vs Susu Formula








Imel ini aku dapat berdasarkan pertanyaan yg kukirim ke redaksi susu ultra. Bagus buat menambah wawasan para orang tua. so selamat membaca ya.... mudah2an bermanfaat.
---- Original Message -----
From: "hany kurniasari" <hanny_sari@yahoo. com>
To: "ultra" <seputarsusu@ ultrajaya. co.id>
Sent: Friday, January 19, 2007 4:04 PM
Subject: Antara susu UHT dgn susu Formula
dear redaksi,
terima kasih sudah menjawab surat saya yg pertama dhl tentang susu dan Obat.
Skrg sy ingin menanyakan manfaat antara susu UHT dgn susu formula. Spt yg
diketahui susu Formula bayi sampai usia 5 thn sgt byk beredar baik merek
maupun kandungan gizinya. Yg ingin sy tanyakan:
1. Mana lebih baik kandungan gizi susu UHT dgn susu Formula?
2. sy perhatikan di luar negri sana tdk banyak ibu yg menggunakan susu
formula sbg pengganti ASI, melainkan menggunakan susu UHT. Bgmn cara
pemberian susu UHT kepada bayi diatas 1 thn utk beralih dari ASI?
3. Setelah ASI eksklusif 6 bln, susu apa yg baik diberikan kpd bayi sbg
tambahan?
Terima Kasih atas jwbnnya.
Jawaban Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS:
Terima kasih atas pertanyaan Ibu Hany,
Secara alami susu segar telah mengandung semua zat gizi dalam jumlah dan
komposisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sesuai dengan namanya,
susu formula adalah susu yang diformulasi dengan bahan-bahan lain, agar
memiliki komposisi seperti yang diinginkan. Itulah sebabnya, mengapa saat
ini di pasaran ditemui begitu banyak macam susu formula, masing-masing
dengan klaim dan iming-iming tertentu.
Bayi hingga usia 4-6 bulan sebaiknya memang mendapatkan ASI eksklusif Di
atas usia tersebut sudah saatnya untuk mendapatkan makanan pendamping ASI
(MP-ASI). Untuk sementara MP-ASI yang dipilihkan dapat berupa susu formula
khusus untuk bayi di atas 6 bulan. Bila nanti sudah berusia 9 bulan, bayi
ibu sudah bisa dilatih dengan susu UHT, tetapi harus diencerkan terlebih
dahulu dengan air. Apabila sudah berusia 12 bulan, susu UHT dapat diberikan
seutuhnya anak. Jumlah yang diberikan berkisar antara 2 - 3 gelas sehari (1
gelas = 250 ml)., sesuai kemampuan anak.
Susu UHT direkomendasikan untuk diberikan kepada anak usia di atas 12 bulan.
Dengan demikian putra Ibu sudah memenuhi kriteria tersebut. Budaya minum
susu UHT harus dipertahankan hingga usia balita, remaja, dewasa bahkan
lanjut usia. Karena melalui minum susu secara rutin, fisik anak akan tumbuh
secara optimum dan kuat, serta kesehatannya akan selalu terjaga prima
sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.
Sejak dini harus diusahakan agar anak memiliki status gizi yang baik, yaitu
tidak kurang dan juga tidak lebih. Oleh karena itu, anak-anak harus
diusahakan memiliki status gizi yang baik melalui pola makan yang benar,
yaitu dengan menerapkan konsep menu seimbang. Menu seimbang artinya makanan
yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral, sesuai
dengan kebutuhan anak. Cara paling sederhana untuk memonitor status gizi
anak adalah dengan cara mengukur tinggi badan atau berat badan, serta
mencocokkannya dengan Tabel tinggi badan menurut umur atau Tabel berat badan
menurut umur. Tabel tersebut bisa dilihat di buku-buku tentang gizi atau
panduan rumah sakit.
Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan susu yang diolah dengan suhu
pemanasan sangat tinggi (135-145ºC) dalam waktu yang sangat singkat (2-5
detik). Pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi bertujuan untuk membunuh
seluruh mikroorganisme, baik pembusuk maupun patogen (penyebab penyakit).
Waktu pemanasan yang sangat singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan
nilai gizi susu, serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif
tidak berubah dibandingkan susu segarnya. Di dalam teknologi pangan, telah
diketahui bahwa pengolahan dengan suhu pemanasan yang tinggi tetapi dengan
waktu yang sangat singkat, lebih dapat menyelamatkan nilai gizi daripada
suhu pengolahan yang lebih rendah tetapi dengan waktu yang lebih
lama.Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT relatif lebih sedikit
pengaruhnya terhadap kerusakan zat-zat gizi, dibandingkan dengan pengolahan
susu bubuk.
Susu bubuk berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya
menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30%
dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan
vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk.
Susu UHT dapat dijadikan sebagai pengganti susu bubuk. Dalam beberapa hal,
susu UHT lebih praktis diberikan kepada anak-anak, yaitu mudah dibawa, tidak
perlu waktu untuk menyiapkannya, serta awet disimpan pada suhu kamar selama
10 bulan meskipun tanpa bahan pengawet. Konsumsi susu penting untuk
meningkatkan sistem imunitas (kekebalan) tubuh terhadap berbagai penyakit.
Sesungguhnya susu cair dapat diandalkan sebagai bahan pangan sumber zat gizi
yang sangat baik. Itulah alasan utamanya mengapa konsumsi susu cair di
dunia selalu lebih tinggi dibandingkan susu bubuk. Hanya di Indonesia,
berlaku hal sebaliknya. Hal tersebut merupakan warisan masa lalu, khususnya
di zaman penjajahan yang lebih mudah untuk mendistribusikan susu bubuk
ketimbang susu cair. Kendala lain di masa lalu adalah keterbatasan
teknologi pengolahan susu dan keterbatasan lemari pendingin.
Selain itu keunggulan susu UHT dibandingkan yang lain adalah: (1) aman untuk
dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab
penyakit, (2) memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi
segar, (3) susu bersifat awet dan tanpa bahan pengawet, (4) sangat praktis
untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan lemari pendingin, (5) mengandung zat
gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.
Semoga ibu & keluarga tetap mengkonsumsi susu UHT untuk memperoleh manfaat
yang optimal...
Salam Hangat,
seputar susu

(Sumber: http://ririegranita.blogspot.com/2008/11/susu-uht-vs-susu-formula.html?m=1)

chronicle


Lusa adalah tepat 17 bulan usia Razan. Nggak terasa banget, waktu berjalan sedemikian cepat dan setiap hari Razan bertumbuh menjadi ‘super ngglidik boy'. Bapak dan Ibu saya sekarang sudah sering mengeluh dengan aktivitas razan yang super duper banyak ulah dan kocak. Dan seringkali membuat orang gondok, namun juga membuat orang tertawa juga. Dan foto-foto di atas adalah rentetan tumbuh kembang yang sempat terekam oleh kamera HP kami.

Menyenangkan le, dapat menemanimu bertumbuh. I Love you tole. Semoga kami dapat menjaga amanat terbesar yang Allah titipkan kepada kami sebagai orang tua. Amin.

Tepar Berjamaah

Sakit dan memaksakan diri untuk pergi bekerja itu sesuatu.Radang tenggorokan kambuh, kepala pusing dan badan yang gemreges membuat saya merasa tidak nyaman melakukan sesuatu. Pengennya bobok manis sambil ngeloni si Razan (ngarep.com) Tapi apa boleh buat, jika ada kewajiban yang harus dilaksanakan, maka niat bobok manis tersebut diurungkan dan ditunda realisasinya sampai nanti malam.

Kok ya kebetulan banget ya, Razan, saya, dan ayah sakit dalam waktu yang bersamaan. Kalau Razan sih sakitnya udah beberapa hari ini, meler a.k.a. flu yang disebabkan oleh cuaca yang dingin beberapa hari ini, hujan terus dan bisa jadi juga ketularan Mas Azzam yang memang sedang flu berat. Sementara ayah memang sudah langganan, kalau kecapekan dan cuacanya dingin dijamin langsung bersin-bersin dan meler. Nah khusus saya yang langganan terkena radang tenggorokan ini penyebabnya bisa bermacam-macam, diantaranya: kecapekan, karena meski Sabtu-Ahad Kemarin libur, hari Sabtu saya mondar-mandir ke acara nikahannya tetangga dan teman sewaktu dulu aktif di organisasi kampung. Ditambah hari minggunya diajakin ayah main ke Ngijon, tempatnya  tante fifi dan dilannjutkan berkunjung ke tempatnya budhe dhona di giwangan dan tempatnya mbah san di kricak. Dan berhasil sudah perjalanan di hari minggu itu membuat saya, ayah dan razan tepar tak berdaya. Meski sudah saya obati sendiri, tetep saja belum sembuh. Untung saja

Razan nggak rewel. Bahkan habis maghrib Razan sudah tidur, dan baru bangun jam 7 pagi. Itupun harus ada acara digangguin biar bangun :P. Untungnya lagi, kondisi ayah juga lumayan membaik setelah diberi obat andalan ayah. Saya jadi tidak begitu kuatir berjauhan dengan ayah sampai hari Rabu nanti dengan kondisi kesehatan yang berangsur-angsur fit. Tinggal saya ini yang masih memikirkan obat mujarab pereda sakit tenggorokan, ada yang tahu sodara-sodara? ***

CD baru untuk Razan

Sudah bebarapa bulan ini Razan hobi sekali dengerin CD sholawat yang dibeliin pakdhe. Bukan CD sholawat dari artis terkenal, hanya rekaman sholawat acara tasyakuran khitanan yang kemudian di CDkan. Tapi Razan suka sekali. Razan bisa berjam-jam ngendon di kamar hanya untuk melihat dan menirukan sholawat itu. Bahkan bagi ibu saya yang kebetulan saya titipi razan saat saya tinggal bekerja, CD sholawat itu bisa jadi alat untuk 'nyencang' Razan agar bisa ditinggal sholat. 

Dan seminggu ini saya terus-menerus diprotes oleh Ibu, diminta untuk membelikan Razan CD yang lain, agar tidak CD yang itu-itu saja yang ditonton, kasihan kata ibu saya. Belilah CD yang layak ditonton Razan begitu tambah ibu saya. Dan hari ini Bunda membeli dua CD baru untukmu Nak, satu CD sholawat Cinta Rasul dan satu lagi CD Barney. Semoga Razan suka ya nak.
Ada yang lucu dari kebiasaan Razan mendengarkan sholawat ini. Saking seringnya Razan melototin sholawat tersebut, kadang-kadang Razan menirukannya dengan intonasi yang nggak jelas dan kedengaran aneh. Misalnya, kata 'sudur', Razan bilangnya cuma 'dul'. Dan kata-kata lain yang semuanya terdengar aneh saat diucapkan oleh Razan. Kami sering tertawa-tawa melihatnya. 

Dari kebiasaan mendengar sholawat di CD itu juga, razan sering menirukan kalau ada suara lagu-lagu atau ada orang nyanyi. Seperti tadi pagi saat Mas Azam nyanyi ' satu-satu, aku cinta Allah, dua-dua cinta Rasulullah, tiga-tiga, cinta orang tua, satu-dua.tiga jalan menuju surga', Razan menirukannya dengan intonasi yang khas Razan. Kompak, kami serumah tertawa mendengarnya. Razan oh Razan, semoga kamu suka ya nak CD barunya.

Belajar Alam ala Razan

Pelajaran seperti apa yang Ayah dan Bunda pernah berikan kepada si kecil untuk belajar tentang alam? Kalau saya mengajarkannya melalui hujan yang belakangan ini sering banget turun. Musim hujan kali ini adalah musim hujan kedua bagi Razan. Jika musim hujan tahun lalu Razan belum bisa memahami hujan, maka berbeda dengan musim hujan kali ini. Musim hujan tahun ini Razan sudah mulai mengerti, meskipun pada awalnya sempat takut. Awalnya jika mendengar hujan turun, Razan buru-buru mendekap orang yang ada didekatnya dan menangis sekenceng-kencengnya. Namun tidak untuk saat ini. Saat ini razan sudah mulai tertarik mengamati hujan melalui balik jendela kamar dan memperhatikan titik demi titik air yang jatuh ke tanah sambil berteriak 'ae..ae..ae' (air..air..air). Razan sering tertawa geli saat tetesan-tetesan air hujan mengenai kulit mukanya. Tak jarang juga tangannya dikeluarkan melalui jendela dan digunakan untuk menampung air hujan yang berjatuhan ke tanah.

Razan akan semakin senang jika saat hujan tiba diajak keluar rumah menggunakan payung. Sungguh, kesenangan dan kebahagiaan yang tak terkira untuknya. Senyum mungil selalu terlihat dari bibir mungilnya sambil tangannya memgang erat payung yang digunakan. Ah..so sweet ya le. Suatu saat, jika kamu sudah lebih besar dari sekarang kita hujan-hujan bareng ya le, pasti menyenangkan ^^

Razan belajar menyikat gigi

Senangnya nyonya rumah bisa ngupdate blog lagi, setelah 3 bulan absen. Sebenarnya sudah berusaha banget pengen selalu ngupdate blog dan menceritakan tumbuh kembangan 'sweet child of mine' razan, sayangnya tetep aja nggak sempet. Baru sekarang deh kesampaian bercerita. Kali ini saya pengen bercerita aktifitas barunya razan saat mandi pagi, yaitu menyikat gigi. Sudah hampir sebulan ini Razan belajar menyikat gigi. Namun, meski sudah hampir satu bulan, bocah kecil itu nampak belum bisa menikmatinya. 

Sebetulnya tidak ada aturan atau standar baku terkait umur berapa anak itu dibiasakan untuk menyikat gigi. Namun, berdasarkan beberapa referensi yang pernah saya baca disebutkan bahwa anak yang sudah bisa duduk dan sudah bisa memasukkan benda yang dipegangnya ke mulut sebetulnya sudah bisa dibiasakan menyikat giginya sendiri. Untuk Razan saya mulai membiasakannya menggosok gigi karena diusianya yang memasuki 14 bulan giginya sudah mulai tumbuh banyak, 7 gigi. Selain itu juga makanan yang dimakannya saat ini sudah mulai bervariasi, mulai dari buah, sayur, daging, wafer dan bahkan kalau pas saya tinggal-tinggal Razan suka makan gorengan :). Nah, dari banyaknya varian makanan tersebut kadang membuat gigi Razan terlihat kotor dan menjadi tidak menyenangkan untuk dipandang saat dia ketawa. Karena alasan tersebut kemudian saya berinisiatif mengajarinya menggosok gigi, dan betul saja gigi Razan saat ini keliatan bersih-bersih. Meski demikian, usaha saya membiasakan Razan untuk menggosok gigi belum dapat dikatakan berhasil, karena sampai saat ini dia tampak belum dapat menikmati momen saat dia menggosok gigi. 

Pertama kali saya mengajari Razan gosok gigi, terlebih dahulu saya biarkan Razan mengamati saya menggosok gigi. Setelah itu saya beri Razan sikat gigi dengan sedikit pasta gigi dan saya gosokkan perlahan-lahan ke gigi di dalam mulutnya. Lucu sekali ekspresinya waktu itu, antara pengen dan belum terbiasa dengan aktivitas gosok gigi dan juga karena razan belum bisa diajari berkumur. Tepatnya adalah ekspresi bingung yang ada di muka Razan :D Sampai hari ini pun Razan belum bisa berkumur meski sudah dicontohkan, sehingga kalau gosok gigi Razan masih memakai air putih. Tapi tidak mengapa, namanya juga masih belajar dan masih dalam tahap pembiasaan. Lama-lama nanti juga bisa gosok gigi dengan sempurna. Iya kan Razan...so, tetap semangat :)

The awesome baby boy

Pose andalan Razan
Buat saya Razan itu mengagumkan. Seperti tadi malam saat Razan mau bobok, ketika Razan ditanya, "Adik, sebelum bobok mau dibacain dongen dulu nggak",razan menjawabnya,  "Uh..uh..uh" sambil jarinya menunjuk rak buku tempat dimana buku dongengnya biasa disimpan. Dan setelah selesai dibacakan dongeng, dia minta buku dongengnya dan dia simpan kembali di rak bukunya. Terima kasih tole sudah menjadi bagian berharga dari kehidupan ayah-bunda. Semoga selalu jadi Qurrota a'yun bagi kami ya.

Setaun back to work

Hari ini genap setahun saya bekerja lagi setelah memiliki Razan. Teringat betapa berdarah-darahnya saat itu memutuskan meninggalkan razan dan kembali bekerja. Sebagai Ibu baru, memutuskan meninggalkan bayi yang masih berusia 40 hari untuk bekerja adalah hal yang sangat berat. Ditambah lagi tidak ada persiapan asip yang memadai untuk Razan. Padahal mimpi untuk memberikan asi ekslusif untuk Razan begitu kuat tertanam dalam diri saya. Bismillah, laa yukalifullahunafsan illa wus'aha, kalimat itu yang saya tanamkan kuat dalam diri saya. Ini amanah dan saya bisa. Allah bersama saya. Dan alhamdulillah Allah memberi kemudahan pada saya untuk menjalaninya. Tak terasa semuanya sudah setahun. Terima kasih untuk mbah kung dan mbah uti yang telah menemani razan, bude aflakhah, bude firoh, mbak wamdah dan mas azam yang juga telah menemai razan bermain. Dan terima kasih untuk ayah atas supportnya. I love you all :). Pelajaran pertama, bahagia bagi seorang ibu itu sangat sederhana, yaitu ketika ditinggal bekerja ada anggota keluarga yang bersedia 'ngopeni' anaknya di rumah.
Sekedar mengingat-ingat perjuangan menyiapkan asip untuk razan saat itu, setiap hari harus pumping empat sampai lima kali sehari. Dua kali di rumah dan tiga kali di kampus saat bekerja. Kesalahan saya waku itu adalah tidak mngantisipasi kemungkinan kontrak kerja yang diperpanjang, sehingga saya tidak punya stok asip.

Bosen dan capek itu pasti. Tapi komitmen untuk bisa asix adalah motivasi kuat yang membuat saya terus bersemangat. Juga adanya teman-teman seperjuangan, para pejuang asix. Kami saling menyemangati satu sama lain. Dan alhamdulilah anak-anak kami semuanya lulus asix. Pelajaran kedua, bahagia bagi seorang ibu itu sederhana, yaitu ketika bisa memberikan asix untuk anaknya :-).

Dongeng-Mendongeng

Sejak masih hamil Razan, suami saya sering menganjurkan saya untuk membaca buku-buku cerita atau dongeng untuk Razan. Meski masih di dalam perut, Razan sudah bisa diajak berkomunikasi, begitu kata suami saya waktu itu. Sebenarnya saya tidak biasa melakukannya, tetapi karena dorongan dari suami, akhirnya saya melakukannya. Awalnya sih agak males ya, secara dari dulu saya nggak pernah dibacain dongeng juga oleh ortu saya (hihihi, protes), tetapi ternyata setelah melakukan mendongeng itu menyenangkan lo. Bahkan bikin ketagihan untuk mendongeng dan mendongeng lagi. Saking senengnya mendongeng, kemarin pas ulang tahun suami memberi hadiah beberapa buku dongeng untuk saya. Sambil menyelam minum air sih ya sebenernya. Maksudnya, sambil kasih hadiah ulang tahun untuk ibunya, sekalian bisa bikin anaknya pinter, hihihi. Pinter ya suami saya.

Saya semakin semangat membacakan dongeng untuk Razan setelah menemukan blog ini. Ternyata banyak sekali manfaat dari aktivitas baca dongeng ini, di samping membangun kecerdasan, membaca dongeng juga bisa semakin mendekatkan ibu dan anak. Tapi ya sodara-sodara, ibunya semangat gini, Razannya kalau di dongengin malah buku dongengnya ditarik-tarik biasanya sampe sobek-sobek :D. 

But no worries, proses sobek-menyobek bagi anak-anak itu juga adalah bagian dari 'belajar'. Tinggal bagaimana kita sebagi orang tua mengarahkannya. Betul begitu ya ibu-ibu, hehehe.  Barangkali dengan sobek-menyobek itu dia belajar untuk 'tertarik' mendengarkan dan memperhatikan apa yang didongengkan untuknya. So, semangat mendongeng untuk anak-anak kita ^^.

tentang saya

Ibu dari dua anak-anak yang sehari-hari mengajar di Universitas Aisyiyah Yogyakarta serta peneliti tentang isu-isu kebijakan publik serta dinamika pemerintahan daerah

Selamat Datang

Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini merupakan kumpulan tulisan pribadi pengisi waktu luang, renungan dan juga rekaman jejak tumbuh kembang anak lanang kami, Razan. Semoga bermanfaat.
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Translate

Popular Posts

Followers