Diposting oleh
Nur Faidati
at
Rabu, 10 Oktober 2012

Hari ini genap setahun saya bekerja lagi setelah memiliki Razan. Teringat betapa berdarah-darahnya saat itu memutuskan meninggalkan razan dan kembali bekerja. Sebagai Ibu baru, memutuskan meninggalkan bayi yang masih berusia 40 hari untuk bekerja adalah hal yang sangat berat. Ditambah lagi tidak ada persiapan asip yang memadai untuk Razan. Padahal mimpi untuk memberikan asi ekslusif untuk Razan begitu kuat tertanam dalam diri saya. Bismillah, laa yukalifullahunafsan illa wus'aha, kalimat itu yang saya tanamkan kuat dalam diri saya. Ini amanah dan saya bisa. Allah bersama saya. Dan alhamdulillah Allah memberi kemudahan pada saya untuk menjalaninya. Tak terasa semuanya sudah setahun. Terima kasih untuk mbah kung dan mbah uti yang telah menemani razan, bude aflakhah, bude firoh, mbak wamdah dan mas azam yang juga telah menemai razan bermain. Dan terima kasih untuk ayah atas supportnya. I love you all :). Pelajaran pertama, bahagia bagi seorang ibu itu sangat sederhana, yaitu ketika ditinggal bekerja ada anggota keluarga yang bersedia 'ngopeni' anaknya di rumah.
Sekedar mengingat-ingat perjuangan menyiapkan asip untuk razan saat itu, setiap hari harus pumping empat sampai lima kali sehari. Dua kali di rumah dan tiga kali di kampus saat bekerja. Kesalahan saya waku itu adalah tidak mngantisipasi kemungkinan kontrak kerja yang diperpanjang, sehingga saya tidak punya stok asip.
Bosen dan capek itu pasti. Tapi komitmen untuk bisa asix adalah motivasi kuat yang membuat saya terus bersemangat. Juga adanya teman-teman seperjuangan, para pejuang asix. Kami saling menyemangati satu sama lain. Dan alhamdulilah anak-anak kami semuanya lulus asix. Pelajaran kedua, bahagia bagi seorang ibu itu sederhana, yaitu ketika bisa memberikan asix untuk anaknya :-).
Diposting oleh
Nur Faidati
at
Rabu, 04 Juli 2012
Menerima leaflet promosi
produk/jasa di traffic light adalah hal yang biasa saya dapati ketika hendak
berangkat kerja. Biasanya leaflet tersebut menawarkan produk obat pelangsing
atau promosi salon kecantikan baru, kafe baru, produk computer dan sejenisnya.
Namun ada yang berbeda dengan leaflet promosi yang saya terima pagi ini.
Leaflet tersebut menawarkan Layanan jemput antar asi. Mungkin ini bukan hal
yang baru bagi sebagian orang. Karena jasa ini sudah banyak ditemui di
kota-kota besar. Tapi bagi saya, ini kali pertama saya mendapati leaflet
semacam ini. Bahagia rasanya saya menerima leaflet itu. Bukan karena apa-apa,
kok ya akhirnya ada yang menangkap peluang bisnis yang secara khusus menawarkan
layanan jemput antar asi. Mimpi untuk dapat memberikan asi ekslusif bisa
diwujudkan.
Dulu saya memang pernah ditawari
oleh seorang teman, ketika anak saya masih berumur 2 bulan, untuk membantu saya
menjemput asi dari tempat kerja dan mengantarkan ke rumah. Tapi itu tidak
spesifik layanan jemput antar asi. Nah, sekarang kok ya ada. Alhamdulillah,
setidaknya ada tawaran solusi Bagi mommies yang bekerja dan berniat memberikan
asi ekslusif pada bayinya.Tidak perlu galau dan tidak perlu khawatir lagi jika
memang stok asi di rumah hanya sedikit. Tuh ada solusinya layanan jemput antar
tadi. Tapi ya kita harus mengalokasikan sejumlah uang sebagai imbalan jasa
tadi. Saya tidak tahu berapa kisaran tarif untuk jasa layanan jemput antar asi
di Jogja. Kalau di Jakarta sekali antar tarifnya kurang lebih sebesar
25.000-30.000. Agak mahal memang, namun biasanya akan ada diskon jika kita
berlangganan minimal berapa kali antar. Nah,untuk menghemat mungkin jasa ini
bisa dimanfaatkan saat awal2 kita bekerja, saat stock asi belum banyak
dipersiapkan. Nah saat nanti udah mulai stabil dengan ritme kerja dan stock
sudah memadai, mungkin kita tidak lagi tergantung dengan jasa tadi alias bisa
berhemat J