Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

For my beloved IBU



Bunda,
Saat kami bayi, engkau orang terakhir tidur setelah dunia lelap,
bahkan boleh jadi tidak tidur, agar kami bisa nyenyak.
Dan engkau pula yang pertama kami lihat saat terjaga.

Bunda,
Saat kami kanak-kanak, engkau orang terakhir yang putus rasa sabarnya,
bahkan boleh jadi tidak pernah, walau orang2 lain telah jengkel setengah mati
Dan engkau pula yang pertama membesarkan hati.

Bunda,
Saat kami gagal, engkau orang terakhir yang berputus asa,
bahkan boleh jadi tidak pernah, meski seluruh dunia sudah berhenti berharap
Dan engkau pula yang pertama menghibur.

Bunda,
Saat kami sakit, engkau orang terakhir yang bertahan menemani,
bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah kembali sibuk
Dan engkau pula yang pertama berbisik kabar kesembuhan.

Bunda,
Saat kami ragu2, engkau orang terakhir yang hilang keyakinan,
bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah menyerah
Dan engkau pula yang pertama berbisik tentang janji-janji.

Walaupun,
Saat kami besar, boleh jadi engkau orang terakhir yang kami hubungi,
bahkan boleh jadi tidak pernah, karena alasan sibuk atau apalah

Walaupun,
Saat kami bahagia, boleh jadi engkau orang terakhir yang tahu,
bahkan boleh jadi benar2 amat terlambat, karena alasan tidak sempat atau apalah

Bunda,
Di antara bisik doa-doa-mu, sungguh terselip beribu nama kami
Dan boleh jadi itulah yang membawa kami hingga seperti hari ini
Engkau orang terakhir yang akan berhenti mendoakan kami,
bahkan boleh jadi tidak pernah berhenti, hingga akhir hayat.
Dan sungguh, Engkau pula orang pertama yang mengucapkan kata Amin bagi kami.



I Love You Ibu...

Source: darwis tere liye

Razan's first milad

Akhirnya kesampean juga bikin sukuran kecil-kecilan untuk satu tahunnya Razan. Meskipun judulnya 'kecil-kecilan', tapi acaranya rame. Banyak sodara-sodara yang datang meski tak diundang. Tapi seneng juga sih, karena masakan saya jadi berkah aka habis ludes dinikmati banyak sodara. Razan sih seneng, karena banyak yang datang dan rame. Tapi tetep aja anak kecil itu nggak ngerti ulang tahun-ulang tahunan, yang dia tahu adalah rumah rame dan dia banyak temen buat mainan. Kami sempet kuatir pas anak-anak kecil datang ke rumah Razannya malah tidur. Soalnya jam yang ditentukan adalah jam-jamnya Razan tidur. Emaknya juga lupa sih, nggak mikir samapi ke situ. Tapi ternyata enggak sodara-sodara.Razan enggak tidur, mesti setelah itu dia langsung tidur. Over all, sukurannya sukses dan emaknya puas. Nggak sia-sia dibela-belain bangun jam 2 pagi demi untuk bersibuksibuk ria di dapur.

Akhirnya Mudik Juga

Alhamdulillahirobbil'alamin. Akhirnya  keinginan mudik ke rumah Kakung dan Uti Ngawi  tahun ini tercapai  juga. Meski tidak pas hari H lebaran, namun kami merasa bahagia karena dapat memperkenalkan Razan dengan keluarga besar Ayahnya.  Hari Senin jam 07.30 kami berangkat dari Jogja, alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak macet, sehingga pukul 10.00 kami sudah sampai di Rumah uyut di Walikukun Ngawi. Sukur alhamdulillah, Razan tidak rewel sepanjang perjalanan berangkat. Razan begitu menikmati perjalanannya dengan bermain-main dengan kakak sepupunya dan melihat-lihat mobil yang melintas di jalanan. Setelah lelah bermain dan dengerin musik yang disetel Pakde, Razan mulai tertidur. Razan baru terbengun ketika hampir sampai di Ngawi. Sesampainya di Ngawi, Razan langsung bermain-main dengan saudara-saudara dari keluarga ibu mertua. Saya senang melihatnya, Razan dapat bersosialisasi dengan orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. Sayangnya Razan belum mau digendong sama utinya. Setelah berkunjung ke beberapa kerabat Ibu mertua, kami beristirahat di rumah uyutnya Razan (Orang tuanya Ibu mertua). Menjelang sore hari, kami pulang ke rumah Ngawi bareng-bareng dengan kakak-kakaknya suami saya dan Bapak-Ibu mertua. Di Ngawi kami hanya menginap 1 malam, karena malam berikutnya kami sudah berangkat pulang. Meskipun singkat, kami sangat menikmatinya. Terutama Razan yang sudah mulai bisa menikmati perjalanan dan interaksi dengan saudara-saudaranya. Semoga kita diberi umur panjang ya Yah, Nak, agar lebaran kita bisa mudik lagi.

Berbicara tentang mudik, saya jadi ingat dengan masa kecil saya. Saya sering merasa iri dengan teman-teman sekolah saya yang setiap libur lebaran selalu mudik ke kampung halaman orang tuanya. Sementara saya, tetap di Rumah karena Bapak-Ibu saya berasal dari kampung tempat tinggal kami saat itu. Sehingga setiap lebaran kami tak perlu mudik untuk dapat berkumpul dengan keluarga besar, karena semua keluarga sudah tinggal di situ. Sampai-sampai saya punya cita-cita untuk mendapatkan suami yang tidak berasal dari kampung saya dan alhamdulillah cita-cita saya tercapai, karena suami saya berasal dari Jawa Timur. 

Ketika Razan Kangen Ayah


Tak biasanya sepulang dari kerja Bunda menemui Razan dalam keadaan rewel seperti ini. Tak haus, tak lapar,  dan tak juga karena mengantuk. Sepulang dari bekerja tadi sebetulnya Bunda mendapati Razan sedang terlelap di kamar tidurnya, kemudian terbangun karena suara adzan magrib. Razan juga tidak sedang sakit atau tidak ada tanda dan gejala yang menunjukkan Razan sedang sakit.  Tapi tak mengapa, mungkin Razan baru ingin dimanjakan oleh bundanya. Begitu pikir Bunda menyederhankan dugaan. Setelah menemani Bunda sholat, Bunda kemudian mengambil lendang dan Bunda gendong Razan. Biar Razan lebih tenang dan tidak lagi rewel. Bunda gendong Razan sambil membacakan sholawat, mengamati cicak, kemudian keluar rumah untuk melihat bulan dan bintang. Sepertinya Razan sudah mulai terlihat tenang, tapi masih belum mau turun dan bermain. Kemudian saya teringat, beberapa kali Razan rewel karena kangen dengan ayahnya. Apa mungkin sekarang Razan sedang kangen ayahnya ya? Segera Bunda kirim SMS pada ayah untuk menelpon, barangkali razan tak lagi rewel  setelah mendengar suara ayahnya. Sekedar info, Ayah Razan bekerja di luar kota dan setiap sore atau malam hari selalu menyempatkan waktu untuk menelpon Razan, untuk sekedar bercanda dan berteriak-teriak. Karena ayahnya sedang mendapat amanah ganda di kota yang berbeda, maka kemarin sore ayah tidak menelpon dan baru telp pagi-pagi ketika Razan masih tidur. Mungkin karena itu Razan rewel. Atau bisa jadi itu juga sebagai bentuk protes karena bundanya pulang telat, hehe. Yang mana le yang menjadi penyebab dikau rewel? :D .  Tapi saudara-saudara sepertinya dugaan bahwa Razan kangen sama ayahnya itu benar. Karena setelah mendengar suara ayah dan ber ha ha hi hi, Razan langsung tidur terlelap.
Apapun penyebabnya, momen Razan Rewel selalu saya nikmati. Bagi bunda, Itu sebagai bentuk sayang Razan sama bundanya. Selain itu saya memaknai kondisi razan tersebut sebagai bagian dari perkembangan motorik Razan yang terjadi pada setiap anak.  Saya berusaha untuk tidak khawatir dengan kondisi seperti ini.

ala ala 'keluarga budi'


4 days with my love Razan sudah berlalu. Cerita ini ibu budi pun telah usai. Masih ingat dengan cerita ini ibu budi  yang sering diajarkan saat kita SD? Sedikit mereview dulu saat saya SD, dalam pelajaran bahasa Indonesia sering dibacakan; Ini Budi. Ini Ibu Budi. Ini Bapak Budi. Budi pergi ke sekolah. Bapak Budi pergi bekerja. Ibu memasak di rumah atau  Ibu bermain bersama adik di rumah. Kurang lebih begitu.  Kalimat tersebut menurut saya bukanlah kalimat sekedar kalimat. Kalimat tersebut diakui atau tidak membentuk pola pikir orang kebanyakan dan tertanam begitu kuat sehingga membentuk semacam budaya, bahwa Bapak (baca: laki-laki) itu harus keluar rumah, sementara Ibu (baca: perempuan) itu harus di rumah, entah untuk memasak atau untuk bermain di rumah. Intinya adalah beraktivitas di dalam rumah.
Well, tulisan saya ini tidak sedang membahas kontroversi peran laki-laki dan perempuan, tetapi lebih menceritakan keluarga kecil kami. Bunda, Ayah dan Razan. Sebagai keluarga kecil yang diidealkan tinggal satu atap – ibu,bapak, dan anak- , setiap hari bertemu dan berinteraksi secara fisik, mengerjakan pekerjaan rumah bersama, saling membantu dan sebagainya, maka keluarga kami tidaklah ideal. Gambaran keluaraga kecil kami adalah Ayah bekerja di luar kota. Bunda dan Razan tinggal bersama mbah kakung dan mbah putri, dan jika siang Razan ditinggal oleh bunda untuk bekerja dan di rumah bersama mbah kakung dan mbah putri. Gambaran tersebut barangkali jauh dari ideal. Dan jika dilihat dari ‘kacamata ‘ budi tadi, maka keluarga kami sangat jauh dari kacamata normal.
Untuk itu mengapa, 4 hari kemarin saat liburan dari tanggal 17 sampai dengan tanggal 20 Mei menjadi hari istimewa bagi kami. Di hari-hari tersebut, kami bisa merasakan kehidupan ‘keluarga normal’ layaknya keluarga Budi. Ayah bekerja di Jogja (sehingga setiap hari bisa bertemu) dan bunda juga libur kerja (sehingga setiap hari bisa memasak di rumah dan bermain bersama Razan).  Hal yang sangat istimewa dan menyenangkan. Bisa memandikan Razan sendiri, menyuapinya, bermain-main dengan Razan, bisa mengajari Razan dan yang lebih istimewa adalah bisa setiap saat menyusui Razan saat Razan haus. Ahh..itu istimewa sekali. Itu adalah barang mahalllll saudara-saudara. Hehe
#21052012

1000 Inspirasi satu dedikasi


Pengen dan mau jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita? Tidak tahu pertanyaana itu penting atau tidak untuk diajukan pada ibu-ibu. Namun jika pertanyaan tsb ditanyakan pada saya, dengan penuh keyakinan saya akan menjawab tidak sekedar pengen, tetepi mauuu sekali. Itikad itu sudah saya tanamkan dalam hati saya, bahkan jauh sebelum saya punya anak, jauh sebelum saya berencana menikah.
Dan sekarang saya sudah jadi ibu. Saya niatkah seluruh hidup saya untuk saya dedikasikan sebagai ibu bagi Razan. Banyak inspirasi untuk mewujudkannya, yang paling dekat adalah ibu dan ibu mertua. Masih banyak inspirasi yang lain. Tak terhitung, puluhan ratusan, ribuan bahkan. Dari ribuan inspirasi hanya satu dedikasi sebagai IBU.

Food Disaster


Food disaster. Begitulah fenomena pagi ini yang kutemukan bersama Razan. Maksud hati mau kasih makanan yang bergizi untuk my lil razan, eh la kok jebule Razannya ga mau maem dengan menu yang dimaksud. Bingunglah saya, dalam kamus saya bersama razan tak ada kata menolak untuk apapun bentuk makanannya. Nah kok pagi ini saya siapkan makanan pagi untuk Razan, kok ya dia melengos kalo sendoknya diarahin ke mulutnya. Pertamanya Razan mau, tapi begitu ngerasain satu dua sendok Razan ogah lagi. Razan merem2 ngerasainnya, lucu sih sebenernya. Tapi agak sebel juga.
Mau tau apa sebab terjadinya food disaster tersebut. Hehehe. Pagi ini sebenernya saya pengen nyiapin menu sarapan yang agak beda untuk Razan. Kalau menu sarapan pagi yang biasa saya berikan untuk Razan adalah seputar havermut, buah, protein hewani, bubur juruh atau bubur tahu, maka pagi ini saya pengen mencampur havermuth, tahu, wortel, dan seledri bertabur keju. Hmmmm…nyummy bukan?  Seperti biasa saya menyiapkannya pagi-pagi sebelum razan bangun, nanti pas razan bangun tinggal blender aja. Jadi Razan nunggunya nggak kelamaan. Setelah Razan bangun dan maeman diblender bersiaplah bunda nyuapin razan. Razan udah teriak-teriak aja liat mangkok dan sendoknya dipegang bundanya. Satu sendok disuapkan pada Razan. Razan merem-merem sambil ngunyah. Diajaklah Razan jalan-jalan sambil maem. Didepan rumah beberapa sendok sempat berhasil disuapkan dan lama kelamaan Razan udah nglenggak-nglenggak sambil teriak-teriak. Diajaklah razan jalan ke depan mesjid. Masih juga begitu. Sekarang Razan hanya mlengos kalau sendok diarahin ke mulutnya dengan masih nglenggak-nglenggak dan teriak-teriak. Deajakin liat burung juga begitu. Ternyata sodara-sodara, razan tidak doyan dengan menu sarapan yang disipain pagi ini. Tumben bukan? Hahaha. Bundanya ternya kebanyakan kasih daun seledri kedalam maeman tadi. Walhasil rasanya jadi agak lengir gitu dan razan tidak doyan. Hahahaha..tapi sedih, kerja kerasku tak dimaem razan.
Dan akhirnya Razan dibeliin bubur juruh sebagai pengganti sarapannya. Lagi dan lagi, pas dibeliin bubur juruh Razan teriak-teriak terus. Hohohoho, kenapakah dirimu sayangku? Bunda udah ngos-ngosan nih ngikutin polahmu. Buru2 kabur ke rumah deh. Bener aja, pas sampai rumah dia nangis kenceng. Ternyata oh ternyata dia pup buannayaaak, dicebokin pun masih nangis. Abis dicebokin masih juga nangis. Padahal bubur belum juga dimakan jam udah jam setengah 7. Jam segini biasanya Razan udah mandi. Hiksss….bakal telat nih kerjanya. Dinenenin aja kali ya biar razan tenang dulu. Begitu pikir bundanya. Benar saja setelah dinenenin beberapa saat Razan udah maen2 lagi. Sikasik, waktunya maem beudzzz…maem selesai dalam sekejap saja, lanjut mandi pagi  dan tet tet Razan udah ganteng...

#7 juni 2012

enam bulan yang dinanti


Yeaayyy…Alhamdulillah besok pagi  usia Razan sudah genap 6 bulan. Cepat sekali rasanya waktu bergulir. Disamping sudah boleh diajari maem, usia 6 bulan berarti Razan  juga sudah boleh diajak bepergian jauh, nengok kakung sama uti ke Ngawi.
Sebetulnya tidak ada larangan tertentu terkait usia berapa bayi boleh diajak bepergian agak jauh. Khusus  untuk Razan  sejak awal memang tidak diijinkan oleh utinya di Ngawi untuk pergi yang jauh-jauh. Bukan karena apa-apa, hanya takut rewel di jalan. Itu saja. Uti mungkin agak parno dengan masa bayinya Razan yang sangat rewel , nggak tahan panas dan kalau nangis super kenceng. Oleh karena itu, sejak awal uti tidak pernah mengijinkan Razan untuk bepergian jauh. Termasuk ke Ngawi, nengok kakung yang sedang gerah. Saya sebagai orang tua baru ya manut sajalah. Dari pada repot juga.
Makanya itu, saya (dan Ayahnya Razan tentunya yang sangat bersemangat) jauh-jauh hari merencanakan perjalanan ke Ngawi saat Razan sudah memasuki usia enam bulan. Berbagai persiapan sudah kami lakukan, seperti memilih alat transportasi yang feasible untuk Razan, apakah itu Patas atau Kereta, memilih hari saat Ayah dan Bunda libur agak lama, biar bisa di Ngawi agak lama maksudnya J dan tentu saja konsultasi dengan mbah google seputar bepergian dengan bayi. Berikut beberapa yang persiapan dan kebutuhan untuk bayi selama bepergian yang bisa dishare:
1.       Baju untuk bayi selama di perjalanan yang nyaman
2.       Baju ganti secukupnya selama di tempat tujuan, sesuaikan dengan cuaca di daerah tujuan
3.       Obat-obatan sederhana, seperti Minyak telon, Parasetamol, obat batuk atau obat yang sudah diresepkan oleh dokter
4.       Peralatan makan dan minum (jika bayi sudah 6 bulan)
5.       Peralatan mandi bayi
6.       Mainan
7.       Tisu dan kering
8.       Diapers (Selama diperjalanan, check diapers setiap 3-4 jam, segera ganti apabila bayi BAB)
9.       Pastik untuk tempat sampah
10.   Camilan praktis untuk bayi yang telah makan MPASI
Tunda bepergian apabila bayi kita sedang sakit atau tidak menemukan kendaraan yang nyaman.
Semoga bermanfaat.

#Jogja, 29022012

jumpalitan jadi ibu


Menjadi ibu itu menyenangkan, membahagiakan, mengharukan, menantang sekaligus bikin pusing dan stress. Menyenangkan dan membahagiakan ketika bisa melihat senyum mungilmu. Mengharukan ketika hari demi hari melihat tumbuh kembangmu, melihatmu semakin aktif, melihatmu semakin pintar  mengapresiasi lingkungan sekitar dan merasakan bahwa bunda adalah bagian yang berarti dalam kehidupanmu. Dan merasa sedih ketika harus meninggalkanmu untuk pergi bekerja, melewatkan waktu siang bersamamu, melewatkan senyum ceriamu, melewatkan waktu untuk bermain dan bercanda denganmu. Masih terlalu kecil untuk kamu tahu apa itu bekerja nak. Tapi kamu akan memahaminya nanti kalau kamu sudah besar.
Sisi lain ketika menjalankan peran sebagai  ibu adalah menantang sekaligus bikin pusing dan stress. Menantang karena ibu memiliki setumpuk kerepotan dalam mengasuh, mendidik dan membesarkanmu, merawatmu ketika sakit, kemudian mengikuti tingkah polahmu sebagai anak-anak. Menjadi lebih menantang lagi (dan bikin pusing serta stress tentunya) peran ganda sebagai working, multitasking and temporary single parent. Kamu tentu belum paham tentang itu semua nak. Juga tentu kamu belum paham kenapa kami orang tuamu harus jumpalitan begini.  Tapi kelak kamu akan paham ini semua, bahwa ini adalah bagian dari tanggungjawab kami sebagi orang tua.
Apakah kamu ingin tahu kejujuran dariku anakku?jujur,  bunda bangga menjadi ibumu, bunda bahagia menjalani peran sebagai working multitasking and temporary single parent untukmu. Meskipun terkadang lelah terasa disekujur tubuh. Godaan untuk memilih satu peran saja, menjadi fulltime mommy, melihat tumbuh kembangmu, menemanimu bermain. Tak jarang muncul dalam benak dan pikiran bunda, menghabisi satu demi satu mimpi, cita-cita dan semangat yang telah disusun dengan rapi. Tapi seketika godaan itu sirna tatkala menyadari keinginan untuk memberikan yang terbaik untukmu . Percayalah nak, semua bunda lakukan hanya untukmu, hanya untuk satu keinginan untuk memberikan yang terbaik untukmu. Ayah dan bunda sayang padamu.

#dipindahkan dari blog lama, 20022012

tentang saya

Ibu dari dua anak-anak yang sehari-hari mengajar di Universitas Aisyiyah Yogyakarta serta peneliti tentang isu-isu kebijakan publik serta dinamika pemerintahan daerah

Selamat Datang

Selamat datang di blog pribadi saya. Blog ini merupakan kumpulan tulisan pribadi pengisi waktu luang, renungan dan juga rekaman jejak tumbuh kembang anak lanang kami, Razan. Semoga bermanfaat.
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Translate

Popular Posts

Followers